Larangan Ibu Membulatkan Tekadku

Assalamualaikum Wr. Wb.,

Mau share untuk pengalaman berhijab saya. Saya memulai menggunakan hijab sekitar bulan Maret tahun 2010. Sebenarnya, dari SMA saya sudah berkeinginan untuk menggunakan hijab, tetapi karena belum mantap, akhirnya saya mengurungkan niat tersebut.

Awal saya menggunakan hijab, saya sebetulnya sedang memiliki masalah dengan Ibu saya (waktu itu dikarenakan ibu saya tidak menyetujui hubungan saya dengan seorang teman lelaki). Saya merasa down sekali, karena sebetulnya saya hampir tidak pernah berantem dengan Ibu saya. Lalu entah mengapa niat menggunakan hijab itu semakin kuat.

Pada saat awal saya bilang kepada Orang Tua saya akan berhijab, Ibu saya melarang keras. Karena menurut beliau jika berhijab itu berat, belum lagi nantinya akan jauh jodoh dan pekerjaan (karena masih besar rasisme pekerjaan terhadap wanita berjilbab). Dan menurut ibu saya rambut saya sangat bagus, dan saya lebih cantik jika tidak berjilbab. Pelan-pelan saya membeli peralatan berjilbab tanpa diketahui ibu saya. Saya juga mulai sering menggunakan baju lengan panjang. Sampai suatu hari saya memutuskan untuk berangkat ke kantor menggunakan hijab. Dan ibu saya sangat marah pada saat itu.

Pelan-pelan, ibu saya mulai menerima saya dengan berhijab dikarenakan beliau melihat sendiri perubahan yang saya alami baik dari segi agama dan perilaku. Apalagi saat ini jilbab sudah tidak melulu bergaya kuno, dan saya sangat suka bereksperimen dengan hijab style saat ini. Alhamdulillah rejeki yang saya dapatkan setelah berjilbab adalah ibu saya mulai menerima saya dengan hijab dan beliau mulai menggunakan jilbab juga.🙂🙂🙂

Awalnya karena alasan tidak enak dilihat orang, saya berjilbab sementara ibunya tidak. Tetapi sekarang kerap kali saya mendengar ibu saya berkata: “Menggunakan jilbab itu menyenangkan, menutup aurat dan sekarang juga tidak kuno modelnya.” Walaupun mungkin membutuhkan proses yang cukup lama, alhamdulillah hijab ini membuat segalanya lebih baik.🙂

Sekian cerita saya, semoga bermanfaat.🙂

Wassalamualaikum Wr. Wb.

written by: Dhian Agustin Damayantie

One thought on “Larangan Ibu Membulatkan Tekadku

  1. wed mengatakan:

    surga ditelapak kaki ibu. dan ibu pasti menginkan yang terbaik untuk anaknya. dan saatnya untuk anak memberi pengertian dengan cara yang baik. Terimaksih sis untuk share nya,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: