Hidayah di Mushola Stasiun

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

Nama saya Ajeng Marina Utamie. Saya memutuskan mengenakan jilbab itu tahun 2006. Pada awalnya, dari kecil sampai SMA kehidupan “religi” saya biasa2 saja, tapi alhamdulillah, selagi saya SD itu saya sudah dimasukkan ke madrasah oleh orangtua saya, jadi paginya sekolah, siangnya saya mengaji.

Selama 6 taun itu saya lakukan dan tak menimbulkan kesan apapun walaupun memang selalu mengenakan jilbab jika masuk madrasah. Setelah SMA, saya mengenakan jilbab hanya saat hari Jum’at karena wajib peraturannya dari sekolah, selepas SMA, saya melanjutkan kuliah di UNS Solo dimana mayoritas mahasiswinya berjilbab lebar, bahkan tak sedikit yang bercadar.

Ibu saya memasukkan saya dikosan mba-mba yang berjilbab lebar, jadi hanya saya saja saat itu yg tidak berjilbab, tahun pertama saya kuliah saya memiliki teman yang mayoritas laki-laki, dan saya tipe yang tomboy, jadi kemana-man selalu diantar jemput teman2 laki-laki saya dikosan. Teman-teman wanita saya juga mayoritas tidak berjilbab, tetapi sering terbersit keinginan saya berjilbab. Sampai pada suatu hari, saat saya dari liburan di Jakarta hendak pulang ke Solo, saya tidak dapat tiket kereta yang ke Solo, tapi hanya yang ke Jogja, jadi niat saya, nanti bisa naik kereta Jogja-Solo saja.

Sore itu kereta saya sampai di Jogja, saya sholat ashar di mushola stasiun, dan setelah sholat ashar saya melihat bergo yang saya bawa dr Jakarta yang niatnya mau saya pakai untuk pengajian rutin mahasiswi baru. Subhanallah, deg-degan rasanya saat itu, saya langsung memakai bergo tanpa pikir panjang dan keluar mushola dalam keadaan sudah berjilbab. Tidak ada satupun orang terdekat saya tahu kejadian ini. Karena saya sendirian saat itu, saya pulang ke Solo dan sesampainya dikosan, mba-mba kosan memberi selamat pada saya, dan Alhamdulillah, orang tua saya setelah tahu kejadian ini malah heboh membelikan saya banyak baju2 yang pantas untuk saya kenakan.

Tidak gampang saya bertahan, karena kadang teman2 saya yang mayoritas laki2 itu kaget tapi kagum dengan keputusan saya, dan tidak merubah sama sekali hubungan pertemanan kami, malah mereka semakin menghargai hijab ini. Bagi yang belum berhijab, saya hanya punya satu kalimat untuk kalian, Jilbab itu bagaikan mukjizat Allah kepada muslimah di bumi, pakailah agar Allah semakin menjadikanmu cantik dunia akhirat. Inshaallah. Aamiin.

written by: Ajeng Marina Utamie

One thought on “Hidayah di Mushola Stasiun

  1. amiin yaa allah semoga makin dilancarkan dan dimudahkan segala urusan kita🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: