Semua Karena Allah

...dan karena Allah semuanya berjalan…

Keputusan saya berhijab dimulai sejak tahun 2003. Semenjak TK hingga SD, saya bersekolah di sekolah swasta Islam yang memberikan saya bekal agama yang insya Allah memberikan dampak yang baik hingga saat ini. Menginjak bangku SMP saya masuk ke salah satu SMP negeri dan diberikan kesempatan untuk mengikuti program akselerasi. Banyak orang berpikiran masa remaja saya dihabiskan untuk belajar. Namun kenyataannya di bangku SMP-lah saya belajar untuk menghargai perbedaan. Di hari pengumuman kelulusan SMP, saya berangkat ke sekolah dengan penuh keyakinan untuk memakai hijab. Mungkin berbeda dengan muslimah pada umumnya yang merasa mendapatkan hidayah entah lewat mimpi atau peristiwa tertentu kemudian memutuskan memakai hijab, saat itu saya hanya merasa yakin untuk memakai kaos lengan panjang, rok, dan hijab. Saat itu Ibu saya menanyakan apakah penampilan saya itu hanya untuk “gaya” atau memang sudah mantap berhijab. Dengan kekuatan dan keyakinan dari Allah saya dengan yakin menjawab ingin seterusnya memakai hijab. Ibu hanya menanggapinya sambil lalu. Di hari itu, teman-teman saya, yang mayoritas laki-laki menanyakan hal yang sama. “Yakin din pake jilbab?”, “Beda ya kalo pake jilbab”, dan masih banyak komentar dengan versi sejenis. Saya dengan yakin menanggapinya.

Saat belanja seragam SMA, Ibu kembali menanyakan apakah yakin saya akan membeli dan memakai seragam panjang dan berjilbab. Saya meyakinkan beliau bahwa saya mantap berhijab. Selama 3 tahun masa SMA alhamdulillah dapat berjalan dengan lancar dan penuh cerita.

..Allah memberikan setiap manusia pilihan-pilihan dan setiap manusialah yang menentukan pilihan hidupnya..

Ada saatnya saya tidak betah dengan perilaku beberapa orang di organisasi untuk remaja muslim yang terlalu ikut campur dalam kehidupan pribadi anggotanya. Saya diajarkan untuk menghargai perbedaan dan tidak mengeksklusifkan diri. Meskipun saya berhijab, alhamdulillah saya dapat menempatkan diri dan bergaul dengan siapa saja. Sebagai remaja intinya adalah menghargai sesama. Belum tentu yang dianggap salah itu salah dan belum tentu yang dianggap benar itu benar. Hidup itu pilihan dan saya sangat menghargai pilihan teman-teman saya di masa SMA yang merokok, sering pergi ke tempat-tempat hiburan malam dan sebagainya. Alhamdulillah efeknya adalah saya dan hijab saya pun dihargai. Saya tidak pernah mempermasalahkan perilaku mereka dan mereka pun menghargai saya. Mereka sering memberi tahu saya berbagai macam hal yang mereka lakukan dan menurut mereka perlu dijaga, misalnya kehormatan seorang wanita. Saya juga bisa sharing pengetahuan tentang Islam dan wanita. Semenjak SMP hingga lulus kuliah, saya selalu memiliki berbagai sahabat dengan keyakinan berbeda. Sampai saat ini, saya dan sahabat-sahabat saya tetap saling menghargai.

Hubungan dan pertemanan saya dengan lawan jenis alhamdulillah juga penuh cerita yang tidak terlepas dari keputusan saya berhijab. Semenjak SMA, tidak lama berselang dari keputusan saya berhijab, saya selalu diberikan oleh Allah cerita dan pengalaman yang menarik dengan lawan jenis. Seperti remaja kebanyakan, saya juga sempat memiliki hubungan dengan lawan jenis. Namun, hubungan terakhir yang saya jalani berakhir setelah saya memutuskan untuk berhijab. Selanjutnya, Allah selalu menjaga hati saya dan hanya Ia yang tahu bagaimana kelanjutannya.

Ada beberapa teman yang berhijab karena paksaan, entah dari orang tua atau lingkungan. Menurut pengalaman dan pengamatan saya, keyakinan mereka untuk berhijab pun kadang naik turun, kadang pakai kadang tidak. Namun, kembali lagi, semua itu pilihan. Alhamdulillah teman-teman tersebut sudah mulai belajar berhijab dan insya Allah akan memperoleh keyakinan yang lebih untuk tetap istiqomah untuk berhijab. Jadi, tidak ada yang salah dengan keputusan tersebut.

Hijab tidak membatasi ruang gerak dan alhamdulillah pekerjaan saya sekarang ini. Hijab membantu saya dalam berkomunikasi dan menampilkan diri saya. Hijab adalah identitas tambahan untuk setiap muslimah, namun bagaimana dirinya dihargai tergantung pada bagaimana setiap muslimah menghargai Allah dan sesama.

**Tulisan yang singkat ini semoga bisa bermanfaat. Saya sangat mendukung kegiatan MariBerhijab dan ingin terlibat di dalamnya karena fokusnya kepada remaja SMP dan SMA yang ingin berhijab. Keinginan saya sebenarnya adalah dapat sharing pengalaman saya berhijab di usia remaja dan bagaimana insya Allah dapat tetap bersikap dan berpikiran terbuka terhadap perbedaan.

Terima kasih atas kesempatannya untuk berbagi.

written by: Dinda Prita Vaudika

2 thoughts on “Semua Karena Allah

  1. zilha mengatakan:

    insha Alloh keputusan yang km ambil sdh tepat dindacuuu.. aahh wanita ini mulai sibuk dgn pekerjaannya, kapaan kita meet up sayg?? -___-“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: