Hijab Membuatku Lebih Dihormati

Assalamu’alaikum,

Saya memakai hijab sejak 12 november 2010 (tanggal nya alhamdulillah tidak sengaja amat bagus sehingga mudah diingat, 121110 hehe :p) tanpa alasan khusus, makanya kalau orang tanya “kok tiba-tiba banget vin make kerudung? kenapa?” saya juga nggak tau apa alasan khususnya, yang hanya beralasan kepengen.  Yap, simple banget kan? tapi saya bener-bener nggak punya cerita atau alasan spesifik. Hanya ingin dan yaudah seterusnya saya alhamdulillah semakin yakin untuk berhijab. Sekali lagi, alhamdulillah.🙂

Saya ingin berbagi cerita sedikit dengan pembaca mariberhijab🙂

Jadi.. pada saat itu saya dan beberapa teman menjadi penonton salah satu acara tv untuk mencari dana salah satu acara kampus. Nah, kebetulan sebagai penonton kami harus memakai pakaian muslim. Warna pakaian muslim dan kerudungnya juga ditentukan oleh ibu-ibu yang menjadi penyalur untuk mencari penonton (salah satunya kami, hehe) acara tersebut. Pada saat itu, posisi kami sebagai penonton terdiri dari 3 sisi : sisi kiri, kanan dan tengah. Setiap sisi harus memakai warna baju yg berwarna sama, saya ingat untuk sisi kiri diisi laki-laki yang warna baju nya mayoritas diisi warna putih, bagian kanan diisi wanita yang warna baju nya biru, dan bagian tengah diisi wanita yang warna baju nya kuning. Saya pada saat itu memakai baju warna biru yang seharusnya duduk di sisi sebelah kanan.

Ketika saya ingin duduk (kebetulan sebagai penonton hanya duduk di karpet biasa bukan di studio yang ada seat nya), ternyata tempat untuk sisi sebelah kanan  sudah penuh dan saya diminta untuk duduk di sisi bagian tengah.  Saya bingung, karena untuk duduk di sisi bagian tengah harus memakai baju warna kuning dan warna kerudung yang beda juga dengan yang saya pakai.  Ibu-ibu penyalur yang sedang mengatur posisi duduk penonton bilang “kamu disini aja! cepet ganti baju!” sambil ngasih baju warna kuning dan kerudung untuk saya. Saya dengan tegas menolak untuk ganti baju (walaupun didouble) disitu, karena saya juga harus mengganti kerudung kan dan disitu banyak sekali laki-laki.  Saat itu saya malu sekali karena seluruh orang yang menjadi penonton juga melihat ke arah saya. Ibu-ibu penyalur yang lain akhirnya bilang “Dia pake jilbab! nggak bisa ganti baju dan kerudung sembarangan!” alhamdulillah…ada yang mengerti kata saya dalam hati.  Akhirnya dengan buru-buru saya ke toilet untuk ganti baju dan kerudung.

Hikmahnya adalah.. Begitu Allah sangat menyayangi kita dengan memerintahkan untuk memakai jilbab. Dia ingin kita diperlakukan dengan hormat oleh orang lain. Saya sangat bersyukur menjadi seorang muslimah dan niat untuk memakai hijab seterusnya pun semakin kuat. Dengan memakai jilbab saya merasa tenang dan aman.

Bagaimana dengan reaksi orang lain apabila seorang muslimah masih belum bisa memuslimahkan hatinya? Insya Allah dengan niat yang ikhlas segala perbuatan serta perkataan kita akan menjadi lebih baik lagi seiring waktu. Niat yang baik akan selalu dijaga oleh Allah.

Hal yang paling saya ingat ketika memutuskan berhijab adalah jika memakai jilbab, insya Allah saya akan mendapatkan pergaulan yang baik dan insya Allah jodoh yang terbaik. Salah seorang tante saya bilang “kalo berhijab, teman-teman pergaulan dan laki-laki yang akan menjadi pasangan kita sudah diseleksi sama Allah”Subhanallah.

Cantik dan anggun menjadi ungkapan yang amat sesuai untuk wanita muslimah. Apalagi model baju dan model hijab sekarang juga sangat bervariasi. Impian saya, saya ingin dengan memakai hijab yang rapi dan cantik dapat menginspirasi orang lain untuk memakai hijab juga. Insya Allah.

Semoga cerita ini bermanfaat bagi pembaca.

Wassalamu’alaikum🙂

written by: Shabrina Vianita

2 thoughts on “Hijab Membuatku Lebih Dihormati

  1. arturogati mengatakan:

    like this lah…hehehe

  2. Febri mengatakan:

    Cerita pengalaman mba sangat menariik *dr alasan coba-coba malah keterusan*
    dr awal mba make jilbab uniik ingaat tanggal pertama kalee nyobaaa…>.< semogaa jadi inspirasii kaum Hawa lainnyaa..:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: