Hidayah dalam Mimpiku

Assalamu’alaikum Wr. Wb

I’m glad to know about “Mari Berhijab” blog. Sejak awal aku memang pengen banget ada gerakan mengajak orang memakai jilbab. Salah satunya dengan aku punya online store www.plumtreeshop.com, aku menjual hijab dan perlengkapan muslimah lain, dan alhamdulillah sudah dapat membawa beberapa teman dan sahabatku memakai jilbab. thanks to ALLAH Ta’ala.🙂 Aku super support banget nih untuk gerakan #mariberhijab. I feel so glad if we can have some plan to gather all ladies in Indonesia and influence them for using hijab. Dalam otakku, masih banyak ide-ide yang belum tertuangkan dalam rangka gerakan mengajak perempuan muslim Indonesia berhijab. banyaakkk banget! I hope one day I can make my ideas come true.🙂 So this is my story.

********

Dimulai dari hashtag yang menjelang malam diposting sm Dian Pelangi di twitter, finally I told u all about history of my hijab, tadinya ragu mau cerita, tapi seketika itu juga gw berubah pikiran dan langsung yakin banget untuk cerita gimana awal gw pake hijab. Ragu karena takut dibilang sok suci, sok bijak, sok alim, dan sok sok lainnya. Tapi gw jadi keinget prinsip gw sendiri, bahwa selama niat kita baik, jangan pernah takut untuk bicara. Niat gw cuma berbagi dan memberitahu kalian bahwa hidayah itu ada. Hidayah itu datang pada mereka yang meyakininya.

Posting pertama gw adalah:

“Klo gw, pertama kali pake hijab itu tggl 9 bln 9 thn 2009  #ceritahijab

Tanggal cantik, yang merubah mindset, hidup dan perilaku gw 180 derajat dalam sekejap mata. Thank God, You love me with showing me this way.  Semua berawal dari niatan gw mau pake jilbab, berbulan-bulan sebelum tanggal itu gw nyoba ini nyoba itu jilbab-jilbab di lemari kakak gw diem-diem. Dan BLASSSST! One day, the tremendous dream had come. The dream which makes me crying out loud and superb shocking.

Gw ga berani ceritain itu mimpi disini, karena gw kapok dapet cemoohan, cibiran, dan keengganan orang mendengar cerita gw. “Alaaaahh basi. Paling bunga tidur doank itu!” atau, “Serius dik? terus kenapa lo simpulin kalau itu tanda lo harus pake hijab? perasaan lo doank itu!”, dan lebih parah lagi, “Hah? lo knapa dik? sakit? tobat lu? hahaha”  -___-’ Gak kok gw ga sedih. Mulut orang seperti itu gak mempan buat seorang Dika menyerah gitu aja. Malah makin bikin gw semangat membara pake jilbab.

Akhirnya pun gw cuma cerita mimpi gw ke sodara gw atau keluarga gw aja. Atau orang-orang yang gw cek dulu waras apa gak.  hehe. Yup. Begitulah awal gw memakai jilbab dan makin mantep itu sejak gw dapet mimpi yang bikin gw nangis dayak itu . Kata bokap sih itu Hidayah. Huallahualam, gw cuma bisa ngucap Alhamdulillah. Karena gw dikasi hidayah di umur semuda itu (21 tahun). Gw percaya Allah sangat mencintai gw dan gak mau gw terjerumus membuka aurat gw lebih lama. Subhanallah.

Banyak yang komen negatif. Banyakkkkk banget! Tapi lebih banyak lagi yang komen positif. hehe.😀 Yang negatif jadi seperti angin lalu, karena ada dukungan dari orang-orang terdekat yang selalu support gw dan nguatin gw. Akhirnya gw mindset di kepala, buat yang gak suka atau komen negatif dibelakang gw, mereka adalah orang-orang yang patut ditolong juga untuk menemukan hidayah. Mungkin mereka merasa tertinggal selangkah lebih jauh dari gw yang sudah berani melangkah lebih dekat ke Allah SWT dengan menutup aurat. Gw cuma bisa berdoa mudah-mudahan mereka cepet nyusul gw. hehe. Dan buat yang support gw, thanks a lot guys. I love you all *bighug*. Sampai detik ini pun masih ada yang sinisme dengan hijab gw. Tapi sekali lagi, “Yang boleh ngelempar batu ke gw hanyalah manusia-manusia yang tidak pernah berbuat dosa”. Ada yang berani?🙂

Memakai hijab bukan untuk perempuan yang gak punya dosa. Hijab adalah perintah Allah SWT dan hukumnya adalah wajib bagi perempuan yang sudah baligh. Gak ada satupun manusia di dunia ini yang gak pernah buat dosa. Jadi buat yang pakai hijab pun jangan merasa sok suci juga. Tapi mudah-mudahan kita bisa menjadi bagian dari perempuan yang mengerti apa arti hijab sebenarnya. Gw disini bukan untuk menghujat siapapun. Who am I to judging people?! Gw cuma pengen jadi reminder, bahwa memakai hijab itu bukan pilihan, tapi kewajiban. Mudah-mudahan Allah SWT senantiasa selalu mengingatkan kita agar tidak terpuruk dalam dosa-dosa terlalu dalam. Amin ya Rabb.

Banyak yang retweet #ceritahijab gw dan banyak juga yang bertanya. Sebisa mungkin gw jawab dengan segala keterbatasan ilmu gw soal agama. Gw gak mau menggurui. Gw cuma mau berbagi. That’s it. Semoga timeline gw yang rame kemaren malem itu berguna bagi temen-temen sekalian. Jangan pernah ragu kalo udah punya keinginan pake jilbab. Elo ngerokok? minum-minuman keras? suka dugem? jarang sholat? dan dosa-dosa lainnya, jangan jadiin itu halangan untuk lanjutin niat lo yang tiba-tiba pengen pake hijab. Banyak yang bilang jilbabin hati dulu, baru pake jilbab. Buat gw itu salah besar! kenapa? karena gak ada yang bisa menjilbabkan hati lo sepenuhnya kecuali elo jilbabkan dulu aurat lo. Otomatis, jilbab lo yang akan merubah sikap, perilaku, sopan santun berbicara dan keinginan mendalami agama.  Ayo mulai dari menghijabkan aurat kita, lalu hati kita pun akan menemukan kedamaian. Percaya deh. Oiya ada juga yang comment takut gerah, pake baju tertutup terus. hihi simpel aja kawan. Bayangin aja panasnya neraka. Apa panas segitu doank elo rela hadapi daripada nantinya panas neraka yang elo dapatkan?

Pake hijab gak menjamin lo gak masuk neraka. Tapi setidaknya kami ini tidak berada di barisan paling depan masuk neraka.😆

Karena berdasarkan sedikit ilmu yang gw tahu, bahwa kebanyakan penghuni neraka nantinya adalah perempuan. Kenapa? Karena kebanyakan dari mereka tidak menutup auratnya. Sungguh sedih kalau dengan gak menutup aurat aja, kita dah pasti masuk neraka. Tapi sesungguhnya kita adalah makhluk mulia. Karena itu alangkah indahnya kalau tubuh kita ini ditutupi dengan pakaian yang sopan dan tertutup. Demi kebaikan kita sendiri.

Pengalaman gw dulu waktu belum pake hijab, cowok-cowok godainnya “cewee.. prikitiiwww..” sini dong..”

Sekarang pas udah pake hijab, cowok-cowok godainnya jadi’ “Assalamualaikum..” hehe 

Alhamdulillah hijab melindungi gw dari godaan-godaan orang yang kali aja ada berniat jahat di luar sana. Dan seiring berjalannya waktu, gw terus dan terus memperbaiki diri dan hijab gw. Sama aja seperti kita mencari jati diri klo kata adikku, Vitra. Dan bagi yang memutuskan akan memakai jilbab, hayo gw dukung 100%! Asal niat awalnya adalah menutup aurat yah. Bukan karena ikut-ikutan trend, dan please jangan pakai yang ketat-ketat. Semua mengenai menutup aurat sudah dijelaskan dalam Alquran. Silahkan baca kembali tafsir-tafsir Al-Quran di rumah masing-masing.

Sekali lagi gak bosen-bosen gw bilang disini, bahwa gw ga maksud untuk menggurui. Tulisan ini dibuat dengan niat tulus berbagi. Jangan pernah takut untuk memulai sesuatu yang kita tahu benar itu adalah kebaikan. Hujatan dan makian juga merupakan pemberian dari Allah SWT yang bernama ‘Cobaan’. So, Jangan pernah menyerah yah. Keep moving on.. Insya Allah.

Oiya, soal mimpi ku, aku ceritain deh. Mimpiku itu bukan horor. Bukan juga mimpiin keindahan surga, atau panasnya neraka. Dalam mimpiku itu, aku sendirian di tengah-tengah ruangan hitam kelam gelap gulita yang gak berujung. Seperti melihat jagad raya tapi tanpa bintang, planet, ataupun matahari. kosong.. Hitam.. Pekat.. Sendiri.. Aku berdiri ditengah kekosongan itu. dan gak berapa lama kemudian, aku merasakan sesuatu menghampiri hatiku. Aku merasakannya tanpa melihat apapun, tanpa mendengar apapun, tanpa menyentuh apapun.. Aku hanya merasakan sesuatu meremukkan hatiku.

Sebuah kemarahan yang amat sangat besar, dari sesuatu yang luar biasa terasa sangat besar! dan aku gak tau itu apa. aku ga bisa melihat, mendengar, menyentuh apapun. Kemarahan itu semakin dan semakin memuncak, rasanya dadaku remuk. Muncul rasa takut, malu, sedih yang luar biasa seketika.

Aku menangis dalam mimpi dengan posisi tertelungkup sujud.

Dan tiba-tiba aku terbangun. Aku bangun dengan air mata yang sudah terasa deras di pipi. Aku langsung menuju kamar mandi dan menangis sejadi-jadinya di situ. Hampir setengah jam aku gak berhenti nangis. Aku putuskan untuk mengambil wudhu dan sholat malam. Aku menangis dan menangis sambil mencari jawaban.

Namun di kepalaku terus mengarahkan pikiranku bahwa yang tadi marah dalam mimpiku itu Allah Ta’ala.. Allah yang Maha Besar yang marah karena aku yang tidak kunjung menutup rambutku dari pandangan orang-orang di luar sana. Aku yang masih mengunakan pakaian yang memperlihatkan auratku. Semua pikiran mengarah kesitu. Dan aku semakin yakin pasca mimpi itu  saat aku mau pergi buka bersama dengan teman-temanku, dan tanpa hijab, aku merasa telanjang. Merasa malu. Gak seperti biasanya. Entah mengapa instingku sebelum berangkat, aku membawa hijab. Alhamdulillah aku membawanya, sehingga aku bisa menggunakan hijab itu saat teman-teman yang laki-laki mulai berdatangan.🙂

Begitulah mimpiku ukhti. Aku sangat berharap ceritaku ini berguna bagi siapapun yang membacanya. Amin ya Rabb.🙂

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

written by: Dika Wanangsari 

One thought on “Hidayah dalam Mimpiku

  1. valenayuningtiyas mengatakan:

    Dika….Aku senang dengan penampilanmu sekarang.. lebih keren dari yang dulu..Semangat berhijab, sistah…saling menginspirasi yaa

    Regards,
    Vallen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: