Karena Hijab Aku Diterima Kerja

Namaku Fridha Kusumawardani, umurku sekarang 23 tahun, aku mengenakan jilbab pertamaku 5 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 6 agustus 2006. Teringat saat itu memang tidak ada kejadian yang besar yang membuatku tersadar untuk mengenakan jilbab. Hanya beberapa bulan sebelum aku mengenakan jilbab aku banyak bertanya mengenai jilbab kepada sahabatku di kampus yang telah mengenakan jilbab sejak ia kecil dan kebetulan ayahnya adalah seorang murabbi. Subhanallah melalui dirinya aku tau bahwa Allah SWT telah memerintahkan kepada muslimah melalui Ayat-ayat di Al – Quran untuk mengenakan jilbab.

Sungguh saat itu benar-benar kali pertama aku tau bahwa jilbab itu kewajiban, bukanlah simbol ibu-ibu yang sholehah, karena sebelumnya aku menganggap jilbab digunakan untuk wanita yang sudah menikah atau sudah punya anak. Saat membulatkan niatku untuk berhijrah memakai jilbab, yang aku khawatirkan pertama adalah keluarga besarku, tidak seperti kebanyakan mereka yang memakai jilbab karena didorong oleh lingkungan keluarga yang telah berjilbab, tidak dengan aku. Keluargaku yang mengenakan jilbab bisa dihitung pakai jari, bahkan 5 jaripun tidak sampai, hanya ibuku dan tanteku yang mengenakan , namun sesekali mereka masih melepasnya jika keluar rumah.

Keluargaku yang lain semuanya sangat fashionable tanpa jilbab, mereka sering aku jadikan referensi berbusana, karena selera mereka dalam berbusana yang bagus, aku tak membayangkan, saat aku berjilbab nanti, aku akan terlihat ‘beda’ sendiri di keluarga. Namun aku meminta restu ibuku, dan beliau hanya berucap, kalau sudah yakin, yah lakukan saja. Akhirnya aku mewujudkan niatku, pertama aku memakai jilbab dan keluar rumah adalah saat aku kuliah filsafat dengan dosen non-muslim yang akhirnya sebelum menemui ajalnya beliau menjadi mualaf, (alm) Prof JD Pareira, aku ingat kuliah filsafat adalah kuliah umum, jadi sang dosen tidak begitu hafal dengan semua mahasiswanya, namun hari itu Professor mengomentari penampilan baruku, beliau berkata “ibu haji yang penampilannya baru ini sangat anggun sekali”. Aku terharu, bahkan dimata seorang non-muslim aku bisa menjadi lebih baik. Sejak pertama aku memakai jilbab aku merasa damai dan tenteram, rasanya beban yang mengganjal di pundak serasa terangkat, aku tidak pernah sama sekali merasakan kegerahan atau kepanasan akibat jilbabku, justru aku bahagia karena jilbab melindungiku dari panas, debu dan hujan. Keajaiban lain datang, setelah berjilbab, aku mendapat kerjaan pertamaku untuk mengajar private, aku senang bisa menghasilkan uang jajan sendiri, dan hasilnya aku tabung untuk membeli jilbab baru dan pakaian baru yang lebih tertutup, karena sebelumnya aku mengakali pakaian lamaku yg kebanyakan tangan pendek dengan manset🙂.

Banyak kemudahan yang aku dapat setelah berjilbab, aku bisa menyelesaikan kuliahku 3,5 tahun dengan predikat cumlaude, aku bisa magang di satu-satunya stasiun TV nasional dan mukjizat lainnya, kontrak magangku diperpanjang dan dijadikan kontrak tetap dan aku bisa bekerja untuk pertama kalinya sebagai translator di stasiun TV tersebut. Sungguh saat itu merupakan suatu kebanggaan dan alhamdulillah  cita-citaku untuk bekerja di stasiun TV terkabul, selain itu aku sudah bisa bekerja sebelum aku lulus kuliah, dan bisa menyelesaikan skripsiku lebih cepat dari waktu yang seharusnya dengan nilai yang memuaskan.

Namun kendala datang setelah aku lulus, aku ingin sekali bisa berkembang di stasiun TV tersebut dengan menjadi reporter atau pembawa berita, tapi sungguh disayangkan, saat aku mengajukan hal tersebut kepada produserku, beliau mensyaratkan aku harus melepas jilbabku, karena peraturan dari NEGARA tidak membolehkan pekerja televisi untuk mengenakan jilbab di depan kamera. Aku sangat kecewa, namun aku tidak putus asa dan mengikhlaskan semuanya kepada Allah SWT. Akhirnya ada tawaran untukku bekerja di salah satu perusahaan minyak, aku mencoba apply. sampai pada tahap wawancara aku sedikit ragu, sainganku lulusan UI dan lebih cantik (posisi yang dibutuhkan sekretaris direktur), namun aku tetap menyerahkan segalanya kepada Allah SWT. Dan saat selesai wawancara direkturnya langsung memanggilku dan menyampaikan bahwa aku diterima dan bisa bekerja mulai keesokan harinya dan yang mencengangkan, beliau bilang kalau kantornya mensyaratkan pekerja wanita memakai jilbab, subhanallah, kalau bukan karena Allah SWT, semua ini tidak akan menjadi mudah.

Hari demi hari aku hanya ingin terus menggali ilmu tentang agamaku, tentang nabi-nabiku, tentang rasul dan tentang Tuhanku, ALLAH SWT. Dengan jilbab aku belajar bahwa  manusia tidak bisa mendekati kesempurnaan mutlak yang hanya milik Allah SWT, manusia adalah tempatnya kesalahan dan segala khilaf, Jilbab hanya simbol agamaku, bukan simbol fashion atau sekedar penutup kepala. Dengan jilbab bukan berarti kita otomatis menjadi manusia yang tanpa dosa, namun jilbab bisa jadi pengontrol atau bahkan pemicu untuk bisa berbuat yang lebih baik lagi. Insya Allah aku akan selalu istiqomah dan menyebarkan satu ayat yang telah mengubah hidupku, bahwa jilbab adalah kewajiban dan komitmen dengan Tuhanku seumur hidupku. Allahualam Bisshowab.

written byFridha Kusumawardani 

3 thoughts on “Karena Hijab Aku Diterima Kerja

  1. Mika mengatakan:

    Sama tadi ak jg br saja lls, bs masuk kerja tp dgn syarat tidak blh memakai jilbab. Jd klo mau trs silahkan dijam praktik tdk mngenakan jilbab. Lalu aku tlk.. Dan ditanyain knp tdk mau lepasa jilbab..?sy jwb krn kewajibab wanita muslim berjilbab dan menutup aurot.. Trs masih diblgin klo udh berubah keputusan blh kembali lg.. Tp aku ttp gak mau menanggalkan jilbabku krn uang.dan kehidupan sementara.ak yakin suatu hari aku dapat ganti kerjaan yg lebih dr Allah swt. Amiin

  2. aila mengatakan:

    kk fridha,,senangnya ya,,,bahkan kantor nya mensyaratkan bagi wanita untuk berhijab,,aq malah sebaliknya,,kantor aq tdk membolehkan aq berhijab dan terpaksa aq keluar kerja,,dan saat aq melamar pekerjaan setiap diterima dengan syarat aq harus lepas jilbab,,tp aq mash kuat dan sangat kuat bahwa tidak akan aq jual aqidah ku untuk dunia,,walau sampai saat ini aq mash berusaha untuk cari kerja,,,aq yakin jilbab ku akan membawa berkah buat ku,,seperti kk fridha

  3. Icha mengatakan:

    Subhanallah ya Fridha.. setuju banget sama inti tulisan kamu di atas, bahwa dgn Jilbab hidup kita makin dimudahkan sama Allah. Rezeki dan lain sebagainya juga akan datang dengan sendirinya. Aku juga pakai jilbab di tahun 2006 dan sampai sekarang makin bangga dan tidak pernah tersirat niat untuk melepasnya🙂 Smoga kita makin istiqomah di jalanNya, Amin..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: