Hijab Membawa Barokah, Jauh dari Musibah

Assalamu’alaikum..

Perkenalkan, nama saya Intan Noor Hayati. Saya ingin sedikit berbagi cerita kepada teman-teman seputar hijab.. Semoga gak bosen bacanya ya..hehehe..

Ingin menjadi seorang wanita muslimah secara totalitas pasti banyak ujiannya. Salah satunya adalah berhijab. Dulu..semenjak SMA kelas 1, sebenernya saya sudah pengen sekali memakai hijab, namun entah kenapa berat sekali rasanya masih untuk memakainya.

Namanya juga anak baru merasakan jadi ABG, jadi untuk menjaga sikap dan tutur kata saja masih susah.. hehehe..ketauan kl saya pecicilan deh..*nyengir malu..Boro-boro mikirin buat berhijab, soalnya waktu itu saya malu kalo misal harus berhijab, karena perilaku dan tutur kata saya masih sembrono, jadi buat apa berhijab dulu kalo tingkah lakunya belum menunjukkan kesholehan.

Seiring waktu berjalan, entah kenapa hati saya bilang, apa saya akan begini-begini terus mentang-mentang perilaku dan tutur kata saya yg masih sembrono menghalangi untuk tak memakai hijab? Apakah umur saya akan sampai kalau sampai saat ini juga saya belum berhijab? Sedangkan berhijab adalah kewajiban yang sama wajibnya dengan solat. Jika ditinggalkan akan mendapat dosa dan neraka. Saat itu hati saya benar-benar merasakan perdebatan yang luar biasa. Ditambah orangtua juga selalu bilang, kalau memang belum siap ya sudah, daripada nanti cuma setengah-setengah lantas nanti jadi buka tutup.

Akan tetapi, omongan orang tua justru bukan membuat saya down, namun justru membuat saya ingin membuktikan bahwa saya bisa untuk istiqomah berhijab. Lalu, saat itu saya sedikit demi sedikit mulai sering  berhijab, walau sering juga masih buka tutup. Sepanjang saya masih melakukan buka tutup itu, salah satu teman sekelas saya bilang, “koq pake jilbabnya setengah-setengah, nanti kalo dikasih apa-apanya setengah sama Allah gimana? Apa gak malu sama Allah kalau buka tutup aurat terus?” Wah disitu perkataan teman saya benar-benar membuat mati hati saya terbelalak & rasanya hati ini benar-benar malu. Sampai seorang teman laki-laki yg menegur. Ternyata gak semua laki-laki suka dengan wanita yang belum menutup auratnya. Justru kaum adam sangat menjunjung tinggi wanita yang mampu menutup auratnya dengan berhijab. Eits, jangan disalahartikan ya kalo teman saya itu maksudnya ada udang dibalik batu. hehehe😀

Lantas, pelan-pelan saya sekolah sudah bisa memakai hijab setiap hari, walaupun di lingkungan rumah saya terkadang belum memakai hijab. Dan ujian pun datang kepadaku. Ketika menyambut hari Kartini, saya dipilih oleh teman-teman dan wali kelas saya untuk mewakili kelas dalam perlombaan busana kebaya disekolah. Dalam perlombaan tersebut, ternyata hanya saya satu-satunya peserta yang memakai hijab. Pertama, hal itu membuat saya agak minder karena berbeda sendiri dengan peserta lain, dan berkata dalam hati (wah mungkin gak bakalan menang ni lawan-lawanya sangat percaya diri semua karena bisa lenggok lenggok dengan leluasanya), sedangkan saya harus menjaga hijab yang saya pakai, jadi harus sopan dan gak bisa berlenggak lenggok dengan leluasa diatas panggung.

Namun, pikiran minder seperti itu pun hilang ketika saya mencoba untuk positifkan pikiran. Saya selalu berdoa dalam hati, Ya Allah tolong bantu saya untuk bisa membawa hijab ini dengan baik, dan mohon berikanlah kepercayaan diri padaku. Dan ternyata, doa-doaku dikabulkan oleh Allah SWT. Akhirnya, aku bisa menjadi juara ketiga dalam perlombaan tersebut. Aku sangat senang dan bangga bisa membawa nama baik kelas dan guruku. Sampai aku bekerja saat ini, memakai hijab banyak membawa barokah. Dengan berhijab aku jadi hobi mengkreasikan berbagai macam hijab. Dan ternyata berawal dari iseng-iseng hobiku ini, banyak orang yang melirik kreasiku, walau usahanya masih kecil-kecilan. Hehehe… Dari sini justru, saya makin banyak teman baru dari usahaku ini. Heheheh..Aku makin sadar, bahwa ternyata hijab bukanlah penghalang untuk wanita melakukan suatu kreasi dan pekerjaan. Yang penting kita tetap bisa membawa hijab pada koridrnya dan sesuai syariah Islam.

Dari awal keragu-raguan, namun dengan banyaknya pembuktian Allah kepadaku agar tetap istiqomah, aku bisa lambat laun menjaga hijab ini, dan seiring itu aku mulai sedikit demi sedikit juga memperbaiki perilaku dan tutur kata, walau memang terkadang dalam proses memperbaikinya ada khilaf. Namun, aku terus mencoba untuk memperbaikinya. Dan semenjak naik ke kelas 2 SMA aku bisa memakai hijab setiap hari baik disekolah dan di lingkungan rumah. Insyaallah bisa istiqomah sampai detik ini. Aamiin ya Rabbal ‘Aalamin.

PS:

Faktanya:

  • Hijab itu bukan penghalang kita untuk melakukan suatu kreasi dan pekerjaan, asal kita tetap bisa menjaga hijab pada koridor dan sesuai syariat Islam
  • Hijab menjaga kita dari perbuatan tercela
  • Hijab membuat wanita terjaga dan dihormati oleh kaum adam
  • Hijab dapat mempererat tali silaturrahim

Wassalam.

written by: Intan Noor Hayati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: