Kepedulian Orangtua Terhadap Pendidikan Agama

Assalamualaikum ukhti….
Kenalkan namaku Ayu Prastika, Biasa dipanggil Icha.

Aku mau berbagi pengalaman berhijabku

Alhamdulillah, aku merasa beruntung sekali memiliki orangtua yang sangat peduli pada pendidikan agama untuk anak-anaknya. Walaupun ayahku hanya bekerja di sebuah perusahaan BUMN sebagai driver bus, namun beliau memiliki cita-cita agar anak-anaknya bisa sukses dunia akhirat di kemudian hari. Saat masih kanak-kanak, aku bersekolah di TK berbasis pendidikan islam. Dan itupun berlanjut hingga usiaku dewasa, aku bersekolah di MIN, MTsN, hingga MAN. Namun, dengan bersekolah di madrasah, lantas tidak membuatku selalu mengenakan hijab saat sudah diluar madrasah. Yah namanya juga masih labil emosinya, kadang pakai kadang ndag.

Menginjak bangku perkuliahan, aku juga masih belum yakin mau mengenakan hijab, yah mungkin seperti ukhti-ukhti yang lainnya, ingin memperbaiki diri dulu baru berhijab. Padahal satu persatu teman kuliahku yang dulunya tidak berhijab, perlahan-lahan sudah memutuskan untuk berhijab. Sampai suatu saat, ketika aku pergi bersama ibuku ke sebuah mall, aku bertemu dengan guruku saat Ibtidaiyah(SD). Sontak saja aku langsung bersembunyi di belakang ibuku karena malu tidak mengenakan hijab. Bukannya melindungiku, ibuku malah menyapa guruku tersebut dan langsung berkata, ”Bu, ini icha nakal, belum mau pakai jilbab sampai sekarang”. Seketika itu, wajahku langsung memerah menahan malu.

Setelah kejadian itu, terlintas di benakku segera ingin mengenakan hijab. Dan dalam setiap doaku, selalu kuselipkan harapan agar Allah memberikan hidayah dan keikhlasan kepadaku untuk mengenakan hijab. Sempat terjadi perdebatan antara aku dan orangtuaku tentang berhijab. Namun alhamdulillah dengan keteguhan hati dan restu orangtua, akhirnya pada awal tahun 2009 aku memutuskan mengenakan hijab.

Nikmat Allah untukku

Setelah berhijab, aku semakin merasakan banyak sekali nikmat Allah yang diberikan kepadaku. Pertengahan tahun 2010, aku sedang mengerjakan TA (Tugas Akhir). Saat mengerjakan TA, aku mencoba mengikuti proses rekrutmen di salah satu perusahaan BUMN. Dan setelah mengikuti beberapa tahap seleksi, alhamdulillah aku diterima bekerja di perusahaan tersebut. Namun untuk dapat mengikuti proses diklat, aku harus menyelesaikan TA ku terlebih dahulu. Dan aku sangat yakin dibalik semua proses ini  Allah punya andil yang sangat besar. Sehingga semua terasa lancar untuk dihadapi. Dan aku dapat menyelesaikan TA ku dan selanjutnya bekerja.

Dan mungkin banyak orang memiliki persepsi bahwa kalo berhijab itu ndag bisa tampil modis lah, cupu lah, pokoknya ndag bangetlah penampilannya. Namun tahun 2011 ini, bisa disebut sebagai tahun kebangkitan fashion muslimah. Karena semakin banyak bermunculan blog fashion muslimah, online shop untuk busana-busana muslimah dan juga designer-designer muda muslimah yang dapat mengakomodir para muslimah yang ingin modis namun tetap pada syariat-syariat agama. Ada beberapa muslimah yang aku kagumi dan menginspirasi dalam berhijabku, diantaranya Kak Suci Utami, Kak Siti Juwariyah, Kak Dian Pelangi serta masih banyak muslimah-muslimah lainnya yang juga menginspirasi.

Share untuk ukhti-ukhti yang belum mengenakan hijab

Saya bukan bermaksud menggurui ukhti, hanya ingin berbagi wawasan dan pengalaman saja.

“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal dan oleh karenanya mereka tidak diganggu. Dan ALLOH SWT Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Al-Ahzab : 59)

Dan Rasulullah bersabda :
”Ada dua golongan penghuni neraka yg aku belum pernah melihatnya. Laki-laki yg tangan mereka menggenggam cambuk yg mirip ekor sapi utk memukuli orang lain dan wanita-wanita yg berpakaian namun telanjang dan berlenggak lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.? Wanita-wanita yg digambarkan Rasul dalam hadis di atas sekarang banyak sekali kita lihat. Bahkan itu sudah menjadi sesuatu yg mentradisi dan dianggap lumrah. Mereka adl wanita-wanita yg memakai pakaian tapi telanjang. Sebab pakaian yg mereka kenakan tak dapat menutupi apa yg Allah perintahkan utk ditutupi.”

Sungguh menyeramkan ukhti melihat fakta yang nantinya akan terjadi bila kita tidak segera menutup aurat. Mungkin ukhti yang belum berhijab memiliki persepsi yang sama dengan saya pada saat belum berhijab. Namun yakinlah ukhti bahwa dengan kita berhijab, maka kita akan lebih memacu diri untuk menjadi muslimah yang lebih baik dalam segala aspek. Mungkin awalnya memang harus dipaksa, karena menutup aurat ini merupakan kewajiban para muslimah. Namun seiring berjalannya waktu pasti kita akan sadar bahwa dengan berhijab, kita dapat membentengi diri dari segala sesuatu yang dapat membahayakan diri kita di dunia maupun di akhirat.

Ukhti, kita hidup di dunia ini hanya sementara, tak ada satupun yang tau kapan kita akan dipanggil oleh Allah. Dan sebelum itu semua terjadi, mari kita sedikit demi sedikit memperbaiki dan membentengi diri kita dengan ber-HIJAB.

Semoga sharing pengalaman berhijabku ini dapat bermanfaat dan memberikan inspirasi bagi ukhti yang belum berhijab. Dan yakinlah untuk segera memutuskan berhijab.

Wassalamualaikum ukhti….

written by: Ayu Prastika

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: