Ketika Hijab Menjadi Sebuah Pilihan

Assalamualaikum beautiful, nama saya Rizki Ariyanti, mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta. Aku mau berbagi cerita pengalaman aku tentangmemakai hijab, semoga bisa menginspirasikan kalian juga ya.

Awal aku mengenakan hijab itu ketika baru masuk SMP pada tahun 2004. Baru beberapa bulan sekolah. Guru Matematika saya, Pak Sarwadi mengajak murid-muridnya untuk mengenakan jilbab di sekolah ketika pelajarannya. Tentu ada yang pro dan kontra bagi perempuan yang belum memakai hijab karena baru masuk sekolah harus beli lagi baju lengan panjang, rok panjang, dan kerudung.

Aku setuju-setuju saja dan berpikir sekalian belajar juga mengenakan hijab di sekolah. Setelah mengenakan hijab perasaan aku jadi nyaman sekali menutupi aurat dan adem melihat suasana sekolah negeri hampir sebagian besar memakai hijab. Walaupun orang melihat kesannya kuno ya cuek saja namanya hijab dulu belum stylish seperti sekarang. Tapi walaupun aku mengenakan hijab selama 3 tahun di SMP, hati saya belum terpanggil juga untuk terus istiqamah memakai hijab selain di sekolah.

Sampai SMA pun aku masih menggunakan hijab di sekolah dengan alasan tidak enak kalau di sekolah aku lepas hijab karena banyak teman-teman SMP yang satu SMA dengan aku. Terus-menerus aku berhijab di SMA dan selain di sekolah aku lepas hijabnya. Suatu hari aku ditanyain oleh teman aku ‘Kapan mau pakai hijab ga cuma di sekolah aja?’, aku hanya bisa menjawab Insya Allah. Sampai sudah mau akhir SMA, aku sadar kalau selama ini aku malu belum bisa menutupi aurat seutuhnya padahal Allah selalu menjaga aku dengan memperkenalkan aku dengan sahabat dekat dan teman-teman yang hampir 90% beristiqamah berhijab karena Allah dan kenapa aku sendiri tidak ikut terbawa seperti mereka. Aku bersyukur sekali punya teman-teman muslimah yang bisa menyadarkanku pentingnya berhijab. Aku juga capek sendiri kalau jalan keluar ketemu teman-teman sekolah melihat aku tidak pakai hijab, aku harus ngumpet dan malu kalau samapi mereka melihat aku tidak memakai hijab.

Akhirnya dengan mengucapkan bismillah, pada tahun 2008 menjelang UAN aku memutuskan berhijab baik di sekolah maupun diluar. Dengan pakaian seadanya yang bisa menutupi aurat dan kerudung bergo, aku pakai terus setiap mau keluar rumah. Ibu aku senang sekali melihat anaknya berhijab sampai-sampai Ibu aku memborong beberapa kerudung paris aneka warna, kaos lengan panjang dan rok panjang. Aku hanya bisa bersyukur mengucapkan Alhamdulillah melihat antusias Ibu terhadap anaknya.

Alhamdulillah setelah dua tahun terus beristiqamah sampai aku menginjak dunia perkuliahan. Allah masih terus menjaga aku ke pergaulan yang hampir semua pada memakai hijab. Subhanallah, aku jadi merasa tenang melihat suasana seperti itu . Bagi yang belum memakai hijab, jangan dilihat dari kesannya kuno atau terlihat tua ya. Berhijab itu tidak membuat panas kok justru hati menjadi adem dan nyaman karena menutupi aurat. Soal style berhijab banyak inspirasi fashion dari designer muda seperti Dian Pelangi, Jenahara, dll yang membuat style muslimah bisa tetap bergaya. Tapi memakai hijab tentu harus karena Allah dan bukan karena ingin dibilang cantik

Wassalamualaikum.wr.wb

written by: Rizki Ariyanti

One thought on “Ketika Hijab Menjadi Sebuah Pilihan

  1. amnahabiba mengatakan:

    Pengalaman yang bagus, semoga ini bisa menjadi teladan bagi semua teman- teman muslimah… Terimakasoh atas artikelnya… saya ngopy mbak ? hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: