Karena Santri Aku Berhijab

Assalamualaikum

Nama saya Reysha Utami, mahasiswi tingkat akhir yang ingin ikut berbagi cerita tanpa bermaksud menggurui.

Awalnya saya tertarik berhijab ketika masih kelas 3 SD. Tepatnya ketika saya ikut pesantren kilat yang diadakan oleh para santri. Penampilan para santri nisa’ (wanita) yang waktu itu menurut saya “keren” lain dari yang lain membuat saya tertarik untuk menggunakan hijab. Ya,waktu itu saya belum mengerti betul tentang hijab sesungguhnya. Jadilah saya ketika selesai pesantren kilat dan pulang kerumah, saya tidak mau melepaskan hijab dan bilang ke mama saya mau menggunakan hijab. Jelas saja langsung ditolak sama mama, mama menganggap saya masih kecil nanti kalo sudah besar begitu katanya. Benar saja,beberapa hari kemudian saya pun lupa dengan hijab sampai beberapa tahun. Kenapa beberapa tahun? Karena ketika saya kelas 6 SD semester akhir, keinginan untuk berhijab dulu datang lagi. Pada akhirnya saya memilih keputusan nekat, tamat SD saya mau pesantren. Awalnya mama menolak alasannya karena jauh ( saya tinggal di Bengkulu,sedangkan pesantren di Indramayu ), tapi setelah didesak akhirnya mama pasrah.
Tahun 2001 saya resmi berhijab dan menjadi santri. Disana saya belajar agama, mulai mengerti hijab, dsb.. Namun biarpun predikatnya santri ketika liburan dan pulang kampung hijab saya juga ikutan “libur” alasannya karena dirumah ga ada temen yang berhijab,kebiasaan itu terus terulang sampai akhirnya saya sadar dan mulai membiasakan untuk tidak ikut meliburkan hijab, alhamdulillah mama pun jadi ikut berhijab.

Godaan untuk membuka hijab datang lagi ketika saya memutuskan untuk melanjutkan SMA ke sekolah negeri apalagi ditambah mulai suka sama lawan jenis. Sering bilang ke mama untuk buka hijab, tapi dilarang. Akhirnya memilih buka hijab kalo uda diluar rumah, pas pulang baru pake lagi. Malu sich tapi tetep aja dilakukan, kebiasaan itu berjalan sampai kuliah. Pernah ketauan sama mama, cuma waktu itu mama diam aja (harusnya sadar mama diam karena marah), pacar mulai protes (dia ga setuju kalo saya lepas hijab), tapi tetep aja saya balik lagi sama kebiasaan. Sampai pada akhirnya tahun 2010 bener-bener ditegur sama Allah lewat teman kampus yang nyeletuk via facebook “sayang ya, lepas hijab cuma mau kekondangan aja”. Sadar dan malu banget sama tegurannya, sejak saat itu saya memutuskan untuk mantap berhijab. Alhamdulillah pada saat saya posting cerita ini pun, kebiasaannya udah gak balik-balik lagi.

Maaf ya kata-katanya kacau balau🙂
Semoga bermanfaat dan memberi inspirasi teman-teman (“Sesama muslimah itu saling menginspirasi” – Dian Pelangi)

Sekian cerita hijabnya🙂
*ini ceritaku,apa ceritamu?

Wassalamualaikum

written by: Reysha Utami

One thought on “Karena Santri Aku Berhijab

  1. Gya's Blog mengatakan:

    hahaiii..gud gud…likee thisss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: