Malu pada Allah

Assalamua’alaikum wr wb,

Salam kenal ukhti, nama saya Lisna Dwi Ardhini. Saya mau sharing pengalaman berhijab ni. Semoga berkenan yah.

Sebenarnya niatan untuk memakai hijab sudah ada sejak kuliah. Tapi sayangnya, saya yang dulu masih percaya pada persepsi bahwa wanita berhijab akan sulit mendapatkan pekerjaan. Keluarga sangat berharap saya membawa perbaikan ekonomi dalam keluarga dengan cara mendapat pekerjaan yang bagus. Saya pikir waktu itu, kalo nanti lulus kuliah saya susah dapat kerjaan yang bagus, nanti ngga bisa bantu ekonomi keluarga. Jadi, saya selalu menunda niat untuk berhijab. Sebenarnya dalam keluarga tidak ada masalah dalam urusan berhijab karena beberapa sepupu pun sudah berhijab dari SMP. Sahabat saya pernah bilang waktu dia pertama kali pakai hijab, “Kalo kita nunggu siap, seumur hidup bisa-bisa kita ngga akan siap Na. Berhijab dulu karena itu kewajiban, sambil jalan kita perbaiki diri kita.” Tapi memang mungkin namanya hidayah kalo belum kena sampe hati ya ngga akan berasa yah.

Lalu mulai dari pertengahan 2010, saya merasa mendapat cobaan yang tiada henti dari Allah. Hubungan saya dengan calon suami saya saat itu sedang diuji dengan hadirnya orang ketiga dalam hubungan kami. Setiap hari rasanya tidak tenang, sedih dan selalu curiga. Saat itu saya merasa Allah tidak adil karena memberikan ujian seperti itu. Selalu saya protes kenapa ada yang sampai hati melakukan hal tersebut pada saya, kenapa saya harus dikhianati padahal saya berusaha selalu jujur dan setia, kenapa kebahagiaan saya direbut, kenapa harus ada orang ketiga yang merusak semuanya, kenapa orang yang sangat saya sayangi membohongi saya habis-habisan. Pokoknya isinya semuanya complain, complain dan complain. Hingga entah mulai di hari apa atau malam apa saya tidak ingat dengan pasti, timbul rasa malu. Rasa malu karena selalu mengeluh dan bersedih atas segala sesuatu yang terjadi. Rasa malu karena sudah banyak protes dan mempertanyakan kehendak Allah. Rasa malu karena selama ini saya merasa yang saya lakukan untuk beribadah pada Allah masih jauh dari sempurna, sementara saya banyak sekali meminta. Saya malu pada Allah swt, banyak minta tapi apa yang Allah perintahkan saja masih banyak yang belum saya lakukan dengan sempurna.

Termasuk ketika saya bercermin, rasa malu yang timbul karena untuk hal yang paling mendasar dari seorang wanita muslim saja saya belum penuhi, berhijab. Lalu saya sampaikan niat saya untuk berhijab pada mama, dan mama berpesan supaya harus yakin dulu kalo memang mau berhijab, jangan sampai lepas-pasang. Akhirnya Bismillah, saya memutuskan berhijab pada tanggal 4 Desember 2010.

Lalu, apakah setelah berhijab cobaan berhenti?! Tentu tidak, hehehe. Selalu saja ada ujian dan cobaan dari Allah SWT yang diberikan sebagai pelajaran. Mengenai masalah adanya orang ketiga yang membuat sedih dan tidak tenang lama-lama bisa saya kontrol. Akhirnya saya memutuskan untuk mundur dari hubungan itu, karena Wallahualam ketika saya pasrah dan setelah saya berhijab, Allah pelan-pelan memberikan saya petunjuk untuk mundur saja dari hubungan itu. Walaupun sudah selangkah dua langkah lagi kami menikah, mundur insya Allah jalan terbaik yang bisa saya lakukan. Selain itu Ahamdulillah, setelah berhijab jadi merasa lebih bisa kontrol diri ini, merasa makin terlindungi, makin merasa dijagain selalu, makin percaya diri dan nyaman dengan diri sendiri. Kekhawatiran berhijab akan mengganggu karir, hilang sudah. Malah saya merasa makin cantik dan makin ekspresif, hehehe. I’m becoming more bold and beautiful. *pede mode on, hehehe* Berhijab bukan penghalang untuk beraktivitas, berkarir, bergaul, dan berekspresi!

Setidaknya satu rasa malu karena saya belum juga menutup aurat sudah saya lakukan. Rasa malu karena belum sempurnanya diri saya, belum sempurnanya ibadah saya yang lain masih saya terus perbaiki sampai sekarang. Insya Allah bisa selalu istiqamah.

Thanks for reading till the end of my writing.

Wassalammua’alaikum wr wb.

 written by: Lisna Dwi Ardhini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: