Fenomena Pakai – Lepas – Pakai HIJAB

Cewek mana sih ya yang nggak mau keliatan cantik dan menawan di mata orang lain? Semua cewek pasti berusaha sebisa mungkin supaya bisa tampil cantik dan oke di setiap penampilannya. Termasuk juga aku, sebagai seorang perempuan ya pasti dong aku selalu berusaha untuk bisa terlihat oke di setiap waktunya. Nah, yang jadi masalah itu, pengartian cantik itu relatif. Apalagi kalau kita tanya pendapat sama kaum adam, pengertian cantik bisa seabrek-abrek, haha. Tapi biasanya, yang dibilang cantik adalah cewek yang up to date soal mode.

Hijab pun terkadang menjadi mode sesaat yang digandrungi oleh para kaum hawa. Dipakai saat sedang bulan ramadhan, dan ditanggalkan saat Idul Fitri sudah lewat. Fenomena bongkar pasang hijab ini pernah aku lewati. Cuma bedanya, dulu aku pakai hijab bukan hanya di bulan ramadhan doang, tapi juga di kehidupan sehari-hari, tapi kemudian aku…. melepaskannya *gledek bersahut-sahutan ala sinetron* *abaikan*

Awal pertama dulu pakai hijab itu waktu aku duduk di kelas tiga SMP semester satu kalau nggak salah. Dulu sempat dilarang sama Mama, karena masalah seragam sekolah yang harus diganti semua dengan yang berlengan panjang. Biasalah kan mama-mama ini, katanya tunggu nanti di SMA aja biar nggak buang-buang uang untuk beli seragam baru yang nantinya cuma dipakai sebentar. Tapi aku tetap keukeuh mau pakai hijab, dan akhirnya si Mama mengalah (lebih tepatnya kalah) dan aku pun sukses pakai hijab di tahun terakhirku di masa putih biru http://www.emocutez.com

Awal masa-masa pakai hijab, semuanya berjalan baik. Bahkan setelah itu, si Mama pun ikutan pakai hijab kalau keluar rumah. Malu katanya anaknya ber hijab sedangkan mamanya nggak. Alasan yang nggak terlalu masuk akal, tapi cukup untuk mengucap sukur ada lagi seorang perempuan yang melaksanakan kewajibannya. Kemudian, aku menginjak masa paling warna-warni seumur hidup: masa SMA. Zaman putih-abu-abu-ku agak sedikit berbeda dari yang lain, karena aku masuk ke SMK Teknik (dulunya STM, tapi sekarang mengalami persamaan derajat jadi SMK) yang di mana banyak siswa ketimbang siswi. Namanya juga masa warna-warni, di bangku SMK kehidupanku pernah berwarna cerah karena kenal sama yang namanya.. ehem, cinta.. dan juga pernah kelabu gara-gara patah hati.

Di pertengahan masa SMK, aku berpacaran dengan seorang laki-laki (iyalah, masa iya sama perempuan juga). Setelah hampir satu tahun berpacaran, kami… bubaran. Entah apa yang dulu menyebabkan kami bubar, menurut aku dia yang salah, tapi menurut dia aku yang salah. Yang aku tau jelas, semuanya begitu menyakitkan. Tapi kemudian aku nggak mau jatuh terpuruk, aku harus bisa membuktikan kalau aku bisa hidup lebih baik di saat dia meninggalkan aku. Aku harus bisa lebih tegar, kuat, dan “cantik”. Kemudian aku sering memandang ke cermin, dan saat itu pula setan berbisik, “Aku nggak cantik dengan hijab”. Jeng jeng, aku pun mulai sedikit terbujuk bisikan setan. Entah kenapa rambutku jadi begitu indah dipandang, dan bisikan-bisikan itu semakin kuat, “Rambutmu bagus, kenapa nggak dipamerkan?” Ah, aku pun jadi galau tingkat dewa: lepas, jangan, lepas, jangan, lepas, jangan, lepas, jangan… lepas… jangannn.. lepass… http://www.emocutez.com

Akhirnya aku coba bilang ke Mama tentang rencanaku untuk melepas hijab, dan itu pun mendapat larangan keras dari si Mama sama seperti waktu melarang aku memakai hijab di tahun terakhir sekolah. Tapi bayangan untuk lepas hijab itu semakin nyata dan jelas, akhirnya aku pun tetap lepas hijab walau tanpa izin Mama. Mama cuma bisa diam dan terkadang menatap kecewa dengan keputusanku. Aku tetap pada pendirian, untuk tak berhijab.

Ternyata keputusanku untuk melepas hijab itu berbuntut hal-hal yang kurang menyenangkan. Si Mama ikutan nggak pakai hijab juga (awalnya ngelarang, tapi abis itu ikut-ikutan), dan kemudian ada beberapa temanku yang juga ikutan lepas hijab. Haduh! Aku cuma bisa tepok-tepok jidat. Salah nggak aku?

Walau aku merasa bersalah, tapi aku tetap nggak memakai kembali kain yang ada di atas kepala itu. Bahkan, aku mulai mengikuti mode-mode anak gahol itu, sampai aku masuk ke dunia perkuliahan. Alhamdulillah aku dapat universitas di kota gudeg yang umat muslimnya lumayan banyak. Di kampus ku pun banyak mahasiswinya yang menggunakan hijab. Hati ini sedikit tergerak untuk menggunakan hijab lagi saat melihat mahasiswi-mahasiswi yang begitu cantik dengan selembar kain di atas kepalanya. Tapi aku masih ragu, takut kalau nanti aku malah ngelepas hijab lagi.

Tapi mungkin Allah memang menuntunku ke jalan yang baik, aku sering dimimpikan menggunakan hijab. Mungkin ada sekitar lebih dari lima kali aku mimpi menggunakan hijab. Aku tau itu panggilan, tapi aku menepiskannya. Allah Maha Baik, Dia tetap berusaha membujukku untuk kembali menggunakan hijab. Dia mengirimkan orang-orang baik yang terus men-support-ku untuk menggunakan hijab lagi termasuk cowok yang dulu pernah menyakitiku di masa SMK, yang sekarang sudah kembali membina hubungan baik denganku. Nyokap bokap pun mendukung penuh, teman-teman, dan satu orang senior yang begitu kuat menyuruhku untuk berhijab pun didatangkan Allah untuk menolongku. Akhirnya sekitar tiga atau empat bulan yang lalu, aku pun memutuskan untuk kembali berhijab.

Sekarang, aku sudah tercatat sebagai perempuan berhijab tetap yang Insya Allah nggak akan melepaskannya lagi. Bahkan aku begitu mencintai dan menggilai sebuah kain yang bernama hijab itu. Merasa cantik? IYA! SANGAT!🙂 Biar kata aku nggak pakai make-up, belum mandi, atupun baru bangun tidur, tetap aja kok cantik dengan hijab ini, bukan dengan rambut tergerai awut-awur-an. Bahkan aku begitu menyesali keputusanku yang dulu, dan sering bertanya dalam hati, “Kenapa mau melepas hijab kalau ternyata hijab ini membuatku sangat cantik?”

Percaya deh ukhti-ukhti yang lain, hijab membuat ukhti jauh lebih cantik dari biasanya!😀 Mari berhijab! http://www.emocutez.com

written by: Nurbani Trisna Wardhani (Bany)

10 thoughts on “Fenomena Pakai – Lepas – Pakai HIJAB

  1. Arie Nasrori Prastiyo mengatakan:

    Photo yg diatas itu photo si penulis? Lah cantik kok itu. Sumpah bukan modus haha…
    Alhamdulillah pacar gw jg skrg berhijab.
    Dulu dia sering tanya gimana klo aku berhijab? Gw jawab hijab itu bagus, hijab itu kan kewajiban agama.
    Gw tau, sebetulnya walau siap ga siap hijab itu merupakan kewajiban. tapi gw tetep bilang ke dia, Klo emank udah bener2 yakin kamu pake hijab baru pake aja, klo masih ragu2 mending jangan dulu, daripada suatu saat nanti dilepas lagi, itu kan sama aja munafik.
    Karena Allah membenci 3 sifat: Musrik, munafik, syirik.
    Alhamdulillah sekarang dia bener2 sudah mantab berhijab. Semoga aja selalu dalam keadaan istiqamah..

  2. devina nova mengatakan:

    wah kisah yang inspiratif kak

  3. Maya Russinta mengatakan:

    Waaa suka bgt sm ceritanya..”syukurAlhamudlillah ya” sudah kembali berhijab *nth knp da nada syahrini nya

  4. epay mengatakan:

    selamat ya, berubah itu memang mudah, bertahan dalam perubahan itu yang butuh perjuangan…semoga kita bisa beristqomah, lagi belajar istiqomah juga^^

    main-main ke blog saya y, salam kenal🙂

  5. ayura mengatakan:

    hayo hayo awas lepas lagi *melotot*
    nice sharing sist “D

  6. esa bachri mengatakan:

    xixixiiii,, awal aku pake jilbab juga sering lepas pakai…tp alhamdulillah seiring proses belajar pakai jilbab, pilihan hati menetapkan untuk menutup aurat amapi akhir hayat :)(:

  7. Miranti Prattiwi mengatakan:

    huaaaa! inspiratif! aku juga sempet 2 kali buka jilbab. Semoga gak ada yang ketiga dalam “lepas hijab”. Aku pengen pake “hijab” tetap yang gak akan lepas lagi. Semoga Allah terus menggerakkan hati aku yah:) hehe bantu doa yah ukh🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: