Semua Lebih Indah dengan Jilbab

Assalamualaikum,

Nama saya Nalia Rifika dan inilah cerita hijabku🙂

Keputusan Berjilbab 

Papa dan Mama saya asli Aceh. Hampir seluruh seluruh keluarga besar saya, perempuannya berjilbab. Mama dan Papa sering sekali bertanya kapan saya akan pakai jilbab terutama setelah kuliah, tapi jawaban saya selalu sama “Nanti ya ma, pa, kalau udah kesampaian jadi pembaca beritanya”. Yup, sejak kuliah di D3 Broadcast, saya memang  bercita-cita menjadi pembaca berita di TV swasta. Bahkan ketika saya mengambil kuliah S1 Hubungan Internasional, saya tetap ingin menjadi pembaca berita dan bela-belain menjalankan dua kuliah di waktu yang sama. Saat itu saya berpikir akan menggunakan jilbab baru pas akad nikah.

Tapi, tahun 2010 setelah lulus S1 dan saya justru kerja jadi wartawan di salah satu media cetak, saya jadi tidak terlalu berambisi lagi untuk menjadi pembaca berita. Saat kerja sebagai wartawan itu saya juga sedang mempersiapkan pernikahan di bulan Desember. Saat itu, saya sudah mulai berpikir untuk menggunakan jilbab sebelum hari pernikahan. Alasannya sangat simpel “masa pas akad nikah dan resepsi pakai jilbab, tapi foto-foto preweddingnya ga pakai jilbab,” pikir saya saat itu.

Karena baru menjadi wartawan, setiap 3 bulan saya dirolling dan pindah pos liputan. Ketika bulan Mei kantor saya melakukan rolling, saya yang tadinya liputan di kementerian keuangan jadi harus ‘jaga pos’ di mabes polri. Saat itu, saya tiba-tiba berpikir ini momen yang pas untuk berjilbab karena pindah pos berarti saya akan bertemu teman-teman wartawan yang berbeda, sehingga tidak perlu menghadapi  pertanyaan orang-orang yang kaget dengan keputusan saya berjilbab. hehe.😀

Jadi, tanggal 1 mei 2010 malam saya pun bertanya ke calon suami “Ka’, kalau besok pas kita ketemu ade’ pake jilbab gimana?” Dan alhamdulillah calon suami waktu itu sangat mendukung. Jadi lah tanpa ada persiapan apapun, tanggal 2 mei 2010 pas mau jalan dengan calon suami saya ke kamar mama dulu untuk pinjem ciput dan jilbab. Waktu ketemu calon suami dengan kondisi sudah berjilbab dia pun hanya tersenyum dan bilang “cantik”. Hari itu juga  tanpa sengaja, saya bertemu teman kuliah yang kaget melihat saya berjilbab tapi bilang “cocok banget fik pake jilbab :)”.

Waktu akhirnya teman-teman kantor tau saya berjilbab, komentar meraka adalah “gara-gara liputan di mabes ya pake jilbab? biar ga digangguin sama polisi-polisi ya?”. Saat itu saya hanya tertawa saja mendengar komentar itu, tapi kalau dipikir-pikir ada benarnya juga. Karena dulu sebelum pakai jilbab pernah liputan ke mabes polri dan polisi yang jaga di pos depan malah ngegodain “disini aja mba, ga usah masuk” atau “minta no teleponnya donk mba”. Tapi pas liputan kesana sudah berjilbab ga ada lagi deh yang genit-genit, paling kalau lewat mereka cuma bilang “Assalamualaikum mba”. Dari hal kecil ini aja udah keliatan banget gimana jilbab ‘menjaga’ kita.

Berkah jilbab

Dari sebelum berjilbab, tepatnya sejak saya sedang menulis skripsi, saya mulai ngeblog yang isinya lebih banyak tentang sharing outfit, atau lebih sering disebutnya fashion blogger, walaupun saya tidak terlalu ngerti fashion dan tidak bisa dibilang fashionable juga. Setelah berjilbab, saya pun tetap ngeblog dan mulai mencari-cari inspirasi dari blogger berjilbab. Saat itu blogger yang berjilbab masih sangat jarang. Tapi salah satu yang sangat membantu adalah hijabscarf . Dari blog itu juga saya mulai tau ada Dian Pelangi, Ria Miranda, Jenahara, dan muslimah-muslimah lainnya yang sangat inspiratif. Saat itu, tidak pernah kepikiran bisa bertemu langsung dengan mereka dan bahkan membentuk hijabers community seperti sekarang.  Allah SWT mempertemukan saya dengan teman-teman yang subhanallah baik dan sudah seperti keluarga yang sangat dekat, padahal bisa dibilang kita semua baru saling kenal. Setelah bertemu mereka juga lah saya mulai memperbaiki cara berpakaian dan banyak belajar mengenai hal-hal lainnya. Semua benar-benar karena berkah dari berjilbab.

Dan tepat 10 hari sebelum akad nikah, saya resmi resign sebagai wartawan, karena memang calon suami saat itu tidak terlalu mendukung pekerjaan saya yang tidak kenal waktu dan sering kali harus kerja disaat orang lain libur. Saat itu, saya belum memutuskan apa saya akan mencari kerja lagi atau daftar PNS atau mulai bisnis sendiri seperti cita-cita lama saya. Karena memang sudah sejak lama saya sangat ingin mempunyai butik dan label sendiri, tapi selalu terbentur banyak hal. Dan untuk permulaan saya pun mulai dengan bisnis online baju muslim yang ternyata responnya sangat positif. Dari situ saya pun memberanikan diri untuk mengeluarkan label sendiri dan ternyata tidak sesulit yang saya bayangkan sebelumnya. Alhamdulillah sejak berjilbab sepertinya Allah SWT mempermudah banyak hal.

Tidak ada “jilbabin hati lebih dulu”

Sering kali kata-kata itu diucapkan oleh perempuan yang ditanya kapan mau berjilbab. Bisa dibilang saya anti banget ama kata-kata itu karena menurut saya itu cuma cara orang ngeles karena belum mau berjilbab, padahal mungkin dia juga memang tidak berpikir untuk berjilbab. Saya malah lebih suka dengar jawaban straight to the point seperti “belum siap berjilbab”, karena menurut saya tidak ada cara untuk menjilbabkan hati. Dari sebelum berjilbab pun saya tidak pernah menggunakan alasan mau jilbabin hati dulu ketika ditanya kapan mau berjilbab. Saran saya, untuk yang belum berjilbab jangan hanya beralasan ingin menjilbabkan hati tapi cobalah untuk menjilbabkan fisik lebih dulu. Berjilbab tidak berarti hati kita harus bersih dan membuat kita seperti malaikat yang tanpa dosa. Tapi InsyaAllah dengan berjilbab dengan sendirinya kita akan terdorong untuk menjadi pribadi yang lebih baik karena itu saya rasakan sendiri.

Saya percaya kesiapan seseorang untuk berjilbab memang beda-beda. Kita tidak bisa memaksa seseorang untuk berjilbab. Berdasarkan pengalaman, beberapa saudara dan teman yang berjilbab karena paksaan ujung-ujungnya lepas pakai atau benar-benar dilepas pada akhirnya. Yang bisa kita lakukan adalah meyakinkan mereka yang belum berjilbab kalau berjilbab itu justru membuat kita lebih nyaman dan semua bahkan menjadi lebih indah setelah berjilbab. InsyaAllah itu janji Allah SWT kepada yang menjalankan perintah-Nya

Terima kasih ya sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita saya. Semoga bermanfaat dan membantu meyakinkan kalian yang masih ragu-ragu untuk segera berjilbab

written by: Nalia Rifika

Comittee of Hijabers Community

Founder of Nabilia

14 thoughts on “Semua Lebih Indah dengan Jilbab

  1. Army mengatakan:

    izin co past mbak,,,mau saya share kan di fb

  2. ratih mengatakan:

    fika, nice posting (again) , kayaknya lama2 aku ngefans deh sama tulisan2 kamu😀
    setuju banget sama istilah jilbabin hati duluu itu sebnernya hanya ngeles dan sama sekali gak ada -point-nya, tapi biarlah, yang penting kita bisa selalu siap berbagi dan membantu saudara2 muslimah kita yang belum terpanggil untuk berjilbab kan?🙂

    Barakallahufiikum, Fika!

  3. wed mengatakan:

    nice share dear..:D

  4. esa bachri mengatakan:

    Assalam Fika…
    waah,, u’re story really inspiring…

    aku baru tau kalo kamu pemilik label nabilia,, padahal setiap kali ada bazar di moshaict aku sering banget liat kamu ….
    Dan aku bener2 baru tau ttg awal kisah kamu berhijab🙂

    alhamdulillah, Allah memberikan jalan kemudahan setelah kamu memutuskan pakai jilbab ya…karna masih banyak perempuan yang enggan memakai jilbab dengan alasan takut kecantikannya tidak terlihat, alasan karir, tidak fashionable atau alasan “hati yang belum dijilbabin”. Padahal justru dengan berjilbab, Allah akan menjaga kecantikan lahir batin kita, menjaga kehormatan kita sebagai wanita muslimah dan insya allah kemurahan pintu rizki akan terbuka lebar…

    salam kenal ya ukhti fika, tetap amanah dan sukses selalu

    • Fika mengatakan:

      salam kenal jg ya esa🙂 iyaa,nabilia baru lahir banget. itu salah satu berkah dari berjilbab buat aku. kalau blm berjilbab,rasanya ga mgkn aku ngeluarin label muslimah😉

      mudah2an aja bisa ada lbh banyak perempuan yg tergerak hatinya untuk memakai jilbab yaa

  5. Miranti Prattiwi mengatakan:

    Kak Fika tulisannya inspiratif banget. Apalagi pas ada kalimat “jilbabin hati lebih dulu”. Aku biasa lho ngomong kayak gitu. Tapi pas baca ada benernya juga yah. Mending jilbabin dari luar aja dulu, toh akan berjalan seiring waktu. Makasih yah kak jadi 80% make jilbab. Rada takut make jilbab karna udah 2 kali kak, lepas jilbab. Gak mau kayak gitu lagi. Insya Allah mau bener-bener make jilbab. Doanya yah kak. Kalo udah pake aku mau ikutan HC ah🙂

    • Fika mengatakan:

      amiin. mudah2an secepatnya pake jilbab dan ga lepas pake lagi ya🙂 ikut HC gpp koq blm berjilbab,yg ptg pas dtg acaranya berjilbab, siapa tau jd lbh cpt meyakinkan diri utk berjilbab😉

      • karina mengatakan:

        Mba…bisa tolong bantu saya.Saya kan bertubuh tinggi besar,cenderung ndut.Klo cari maxi dress kebanyakan jatuh ke tubuh saya jd ketat.Ada solusi utk saya?

  6. Fika mengatakan:

    @Ian bood: Aamiin

    @irma: ahhh..bisa aja kamu. aku malah berasanya ceritaku ga ada apa2nya dibanding cerita temen2 lainnya yg sangat inspiratif😀

    @vee: waahh..alhamdulillah. smoga ttp istiqomah mba. sbg sesama muslimah memang seharusnya kita bisa saling sharing, mengingatkan, dan menginspirasi🙂 ayo kita buktikan klo perempuan berjilbab sama aja dengan yang lainnya, malah InsyaAllah lbh banyak berkahnya karena lebih di ridhoi ALLAH SWT🙂

  7. Ian Bood mengatakan:

    Alhamdulillah, semoga tetep istiqomah ya mbak, Amiin,😀

    http://agfian.wordpress.com/2011/09/29/uang-uang-dan-uang/

  8. Irma Puspita Sari mengatakan:

    Aaaaaaa…. Fikaaa.. inspiratif deh ceritamu, hihi, nice to know you Fika.. seneng akhirnya bisa kenal ama Fika… dulu di kementerian keuangan kok kita blm ketemu yahh.. ihh, tapi akhirnya Allah punya jalan lain ya biar kita saling kenal.. tetap jadi inspirasiku ya Fika…🙂

  9. vee mengatakan:

    sangat inspiratif banget yaa..beruntung banget searching2 soal hijab aku nemuin artikel ini.terus terang,aku mulai tertarik berjilbab karena ikut grup HC,ternyata HC mendobrak pakem selama ini yaa..kadang aku merasa takut tidak ngedapetin rizki kalo berhijab.dulu waktu sekolah aku pernah pk jilbab,tapi yg kudapat apa? aku selalu tidak di ikutkan dalam kegiatan2 sekolah, padahal aku termasuk siswi teladan saat itu.sudah gitu mama jg ga setuju aku pake jilbab..ternyata kejadian2 itu bikin trauma sampe sekarang..
    begitu juga saat mertua menyindir2 dan sedikit memaksa aku pake jilbab , aku langsung menolaknya mentah2..apalagi komunitas ku dulu adalah cewek2 gaul yg doyan nge-mall n nge-dugem..
    seiring berjalannya waktu,gatau kenapa aku malah bisnis2 pakaian, jilbab,baju koko ( peralatan muslim dan muslimah ) , tapi aku sendiri ga pake jilbab, aku juga ga tau ,kenapa aku suka sekali bisnis di bidang ini. padahal bidang lain juga ga kalah serunya . banyak yang suka ketawa dan meledek ,” jualan jilbab tapi ga pake jilbab. ” , aku cuma senyum2 sendiri aja…
    setelah 3 tahun berjalan, aku mulai mengamati dan mempelajari soal jilbab sampai aku nemuin komunitas ini.. OMG…dari HC aku menyadari, ternyata wanita berjilbab sama posisinya dg wanita2 yg berjilbab…dari sini aku merasa, Allah benar2 menuntunku dengan kesabarannya untuk membuka tirai hidayah yg selama aku tutup kuat2…
    Terimakasih Nalia … terimakasih HC… sudah turut serta membuka ” tirai” itu , aku sudah menemukan teman2 dan komunitas yg benar2 mendukung keputusanku ini…doakan aku tetap istiqomah ya dan selalu berada dalam kumpulan orang2 sholeh…amin….

    Salam kenal ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: