Hatiku Tidak Tenang Jika Tidak Berhijab

Assalamualaikum ukhti…

Senang sekali bisa bercerita pengalaman berhijab yaa..🙂 Saya sudah ingin berhijab sejak SMP sekitar tahun ’95, namun abah & ibu saya belum mengijinkan, alasannya waktu itu karena saya cuma ikut-ikutan teman, hehehe, bukan karena Allah. Kebetulan saya juga sekolah di sekolah umum. Soo.. Peraturan berjilbab itu ribeettt! hehe😀

Akhirnya belajar berjilbab mulai SMA, itu pun masih buka tutup, jadi hijab saya bisa dibilang “occational” hehe. Ketika kuliah kebetulan kampus saya mewajibkan berjilbab di hari jumat dan tahun 2000, kewajiban hari Jumat itu diteruskan setiap hari. Awalnya masih buka tutup, kuliah berjilbab tapi di luar tampil seperti biasa😉 .. Suatu hari saya pindah kost, di kost baru saya bertemu teman-teman yang sudah mantap berjilbab. Senangnyaaa banyak masukan dan bimbingan dari mereka. Akhirnya aku memutuskan berhijab deh. Tapi ketika teman-teman saya udah lulus & pulang ke daerahnya, saya lepas jilbab lagi. Cukuplah berjilbab kala kuliah, mana jaman itu rebonding lagi ngetrend.. Duuh saya termasuk kormod tuh (korban mode) hehehe. Di dunia kerja pun saya makin parah, jilbab benar-benar saya tanggalkan. Mau tau tidak ukhti? Sejak itu hidup saya ga pernah tenang, saya sering bertengkar sama ibu, puasa ramadhan saya beberapa kali bolong… Pokoknya saya jadi kehilangan pegangan.. Sholat sih masih dijalankan tapi hati tak pernah tenang..

Januari 2006 saya menikah, keinginan kembali memakai hijab mulai timbul. Saya tanya suami, “boleh tidak saya berhijab?” Jawabannya “boleh,tapi bukan karena aku, ibu, mama, papa, atau teman-temanmu, tapi karena Allah”. Legaaaa rasanya saat itu, tapi belum juga saya pakai-pakai lagi hehehehe. Masih ragu karena saya berpikir waktu itu, saya ga sempurna, masih banyak kekurangan, punya banyak sifat jelek gitu deh, hehehe, sayang jilbabnyaa…

Kata kebanyakan orang kan lebih baik menjilbabi hati dulu. Akhirnya saya putuskan gak pakai dulu.. Tapi saya tuh ga tenang terus adaaa aja masalah kebetulan kami tinggal dengan adik. Allah memang benar-benar menguji saya, saya sampai pulang ke rumah ibu.. Setelah sholat, memohon pada Allah akhirnya tanggal 1 agustus 2006, tepat di usia saya yang ke-25 saya memutuskan berhijab..🙂  Selain melaksanakan kewajiban, dengan berhijab Insya Allah kita akan terhindar dari perbuatan perbuatan yang tidak baik, jadi tak ada alasan untuk menjilbabi hati dulu.. Yang ada ketika berhijab insya Allah secara otomatis hati kita juga terjaga.

Alhamdulillah meskipun belum berhijab secara sempurna tapi sekarang saya semakin tenang, rumah tangga kami juga bahagia meskipun belum dikaruniai anak, dan semoga dengan berhijab saya bisa dijauhkan dari perbuatan2 yang tidak disukai Allah.. Aamiin… Berhijab itu mudah, indah dan  menyenangkan..🙂

written by: Anis Hamzah

2 thoughts on “Hatiku Tidak Tenang Jika Tidak Berhijab

  1. sarah audia hasna mengatakan:

    Kak aniiiiiis gak nyangka ketemu disini hihi, postingan sharingku juga adaa hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: