Mimpi Temanku Menyadarkanku

Assalamualaikum Wr Wb

Namaku Astigiani. Kala itu, di awal tahun 2006 saat aku masih duduk di semester terakhir bangku kuliah di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Bandung (Jatinangor). Saat itu satu persatu teman dekatku mulai memakai jilbab, aura positif terpancar dan membuat hatiku sedikit tergugah,  muncul keinginan untuk juga berhijab. Tapi keinginan hanyalah menjadi keinginan yang realisasinya selalu terkalahkan dengan pikiran-pikiran “ah nanti saja kalau sudah bekerja” (dengan pemikiran kalau pakai jilbab nanti susah dapat kerja), “Ah nanti saja kalau sudah menikah” (karena saat itu aku masih jomblo), dan pikiran-pikiran lainnya yang membuatku selalu menunda keinginan itu.

Dan di bulan April 2006, ada seorang laki-laki yang menyatakan perasaannya kepadaku, singkatnya kami pun jadian. Laki-laki itu berasal dari lingkungan keluarga yang sangat menjunjung nilai-nilai agama Islam. Dia suka mengomentari baju yang aku kenakan apabila baginya terlihat terlalu ketat, kalau di kost-an aku suka pakai kaos yang agak longgar, dan ketika pacarku datang dia sering komentar “nah kamu kalau pakai baju bagusnya yg segitu besarnya” hadeeeuuhh…kesel aku dikomentari seperti itu. Aku merasa risih suka dikomentari, dan jadi merasa tidak menjadi diri sendiri. Jadilah komentar pacarku itu nggak aku gubris. Pikiranku saat itu kalau mau menjadi pacarku yasudah terima aku apa adanya, aku nggak mau mengenakan jilbab karena disuruh orang lain. 

Sampai suatu malam, aku sedang nonton televisi sendirian didalam kamar kost. Tiba-tiba salah satu teman kuliahku mengirim sms. “Tie, gue mimpiin elo mau pindah kost-an, elo dibeliin mobil baru sama bokap lo…”. Aku balas sms itu “Oh ya? Gue emang mau pindah kost-an minggu depan”, kemudian di balas lagi sama temanku itu “Tapi Tie, anehnya mobil yang dibeliin sama Bokap lo itu seperti mobil pengantar jenazah!”. Deg! Napasku seperti sesak membaca sms itu, dan aku langsung menangis ketakutan saat itu.  Aku mencari 2 orang teman dekatku di kost-an tapi mereka tidak ada di kamar, kost-an ku saat itu terasa sepi, aku kembali ke kamar dan menangis. Akhirnya aku menelfon Pacarku, menceritakan mimpi temanku itu. Aku takut mimpi temanku itu adalah suatu pertanda buruk, karena memang aku berencana mau pindah kost-an.  Pacarku berusaha menenangkan dengan mengatakan bahwa mimpi itu bunga tidur, dan menyuruhku untuk terus beristigfar.

Suasana kost-an yang sepi semakin membuatku takut. Takut akan kematian. Pikiran-pikiran negatif terlintas dibayanganku, bagaimana kalau mimpi mobil pengantar jenazah itu adalah pertanda buruk? bagaimana kalau ternyata aku mati besok?. Tiba-tiba aku mengingat-ingat niat baik apa yang belum aku lakukan, ya aku teringat pernah ingin memakai jilbab tapi belum kulakukan. Aku berpikir dari model rambut panjang, pendek, bergelombang sampai di rebonding, semua sudah pernah aku coba. Baju ketat tangan panjang, pendek ataupun tank top juga sudah pernah ku kenakan. Apalagi yang mau aku coba? Jika semua sudah pernah dicoba, apalagi yang musti di ragukan untuk mulai menutup aurat ini? Aku duduk diam dipinggiran tempat tidur dengan hati dan pikiran yang berkecamuk. Jika aku mati dan belum sempat menjalankan niat baik untuk mengenakan jilbab bagaimana?

Kemudian aku mengambil syal/scarft segiempat yang aku punya di lemari. Aku lipat jadi segitiga dan aku coba kenakan di kepala seperti jilbab. Aku berkaca, terasa asing melihat wajahku mengenakan kain itu. Tapi entah hati ini seperti mendapatkan keyakinan untuk ingin terus mengenakan jilbab di kepalaku, keinginan itu makin bertambah kuat, dan aku sudah tidak punya alasan untuk menolaknya, pikiran-pikiran yang “nanti saja kalau sudah punya ini, sudah itu” tidak bisa menghalangi niat ini. Iya kalau nanti saat itu aku masih diberi umur panjang, tapi kalau tidak, bagaimana?

Esok harinya aku mulai mencicil membeli jilbab. Aku baru memberitahu keinginan ini hanya kepada beberapa teman dekatku saja dan keluargaku, tapi kepada pacarku yang saat itu sedang ke luar kota tidak kuberitahu. Memang ku akui untuk memulai kapan waktu yang tepat mulai start mengenakan jilbab itu sulit. Tapi niat ini sudah bulat, kalau tidak pernah di mulai maka tidak akan pernah terjadi. Akhirnya pada tanggal 26 Agustus 2006 seminggu sejak temanku memimpikan aku, aku mengenakan jilbab di atas kepalaku, aku lulus kuliah tahun 2007 dan ditahun yang sama aku mendapatkan pekerjaan tanpa aku harus melepaskan jilbabku, kemudian di awal tahun 2010 aku resmi menjadi istri dari laki-laki yang dulu sering mengomentari pakaianku itu. Ya, terbantahkan semua pemikiran-pemikiranku dulu kalau pakai jilbab sulit dapat kerja, kalau pakai jilbab sulit ketemu jodoh. Allah SWT selalu memberi jalan dibalik niat baik hambanya.

written by: Astigiani .S.

3 thoughts on “Mimpi Temanku Menyadarkanku

  1. Gamis Baru mengatakan:

    alhamdulillah,dengan niat yang tulus, Bismillah, berhijab,,, mari berhijab,
    terimakasih

  2. Swisti mengatakan:

    Dear Astigiani,

    Jilbab kaos belangnya cantik sekali, boleh tau dapet dari mana? Saya pengen banget bisa dapet jilbab kaos yg seperti itu, untuk teman2 hijabers yg punya info mengenai jilbab casual seperti yg dipakai Astigiani, mohon berbagi infonya, makasih banyak!🙂

  3. nabila mengatakan:

    gmn cara posting disini ? saya ngk pernah ada balesan . padahal sudah ngirim k email mari berhijab

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: