Hijabku, Jalanku

Berhijab. Ya, berhijab merupakan salah satu resolusiku tahun 2011 dan Alhamdulillah telah terlaksana di awal tahun ini. Aku merasa sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Allah SWT yang telah benar-benar membukakan mata hatiku.

Sebenarnya keinginanku untuk menutup aurat sudah ada sejak awal masuk SMP. Namun saat itu aku masih ragu dan mungkin juga belum terlalu banyak kawanku yang berhijab. Sampai akhirnya aku lulus dari SMP dan duduk di bangku SMA, godaan semakin banyak menghadang. Usia belia dan masa-masa indah bersama teman sebaya ternyata membuatku takluk tak berkutik. Aku merasa sangat sedih karena kalah dengan  nafsu dan egoku sendiri. Tapi, harapku untuk berhijab masih tertanam di hati.

Selepas SMA dan di awal masuk kuliah aku bersahabat dengan Sinta dan Brily yang telah berhijab. Kami selalu bertiga di kampus. Hanya aku yang belum berhijab saat itu, kadang aku merasa canggung saat berjalan bersama mereka. Namun mereka tetap menerimaku apa adanya sambil sesekali mengingatku untuk belajar berhijab. Aku pun hanya bisa mengucap “Insya Allah” sewaktu itu. Mereka pun tidak marah bahkan selalu mendukungku. Begitu juga sahabatku semasa SMA, Nay, yang baru berhijab saat awal perkuliahan. Pengalamannyalah yang membuatnya akhirnya berhijab. Aku selalu curhat dengannya dan dia selalu mendengarkan dan mendukungku untuk mengikuti jejaknya. Lagi-lagi tanpa paksaan sedikit pun.

Sampai suatu ketika, salah satu teman dekatku, “menyentil”ku dengan kata-kata yang membuatku tersadar. Aku selalu berkata belum siap setiap ‘ditodong’ pertanyaan tentang hijab. Dia bekata bahwa tiada akan pernah seorang muslimah merasa siap untuk berhijab. Dia sempat memaksaku untuk berhijab namun aku malah marah sampai akhirnya kami bertengkar. Karena aku tidak mau berhijab dalam keadaan ‘terpaksa’, karena berhijab sejatinya adalah masalah pertautan hati antara kita dan Allah SWT. Terlebih ayah dan ibuku juga tidak pernah memaksaku untuk berhijab, mereka hanya sebatas menasehati dan memberi saran yang terbaik untuk aku, lagi-lagi tanpa paksaan sedikit pun.

Dan setelah tidak ada satu orangpun yang memaksaku untuk berhijab justru saat itu aku semakin membulatkan tekad untuk berhijab tapi aku belum begitu menghiraukan intuisi hatiku saat itu. Sampai pada suatu malam aku menderita demam yang berlangsung sampai seminggu. Aku bingung dan heran karena aku tidak merasakan gejala sakit sebelumnya. Aku bertanya-tanya dalam hati apakah ini ‘peringatan’ dari Allah untukku untuk segera mengikuti kata hatiku, untuk berhijab? Lalu, aku mengutarakan hal ini kepada sahabatku yang sempat bertengkar denganku dan dia memberikan salah satu potongan ayat dalam Al-Qur’an, surat An Nuur ayat 31 yang berbunyi : “Katakanlah kepada wanita yang beriman hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaknya mereka menutupkan kain tudung ke dadanya…”.

Pergolakan dalam hatiku pun terjadi sedemikian dahsyat. Bisikan-bisikan setan menganggu pikiran dan niatku untuk berhijab. Aku mohon pertolongan pada Allah SWT agar aku bisa mengalahkan nafsu dan egoku sendiri. Dan dengan mengucap Bismillahirahmanirahim disertai niat yang kuat, aku berhijab… Subhanallah.. Maha Suci Allah :’)

Namun, ada juga terselip juga kisah sedih yang aku alami. Ayahku sendiri sempat merasa ‘takut’ saat aku memutuskan untuk berhijab. Takut dlm arti, ayahku takut suatu saat aku tiba-tiba melepas hijabku. Sebisa mungkin aku memberikan pengertian pada ayah dan juga ibuku bahwa insya Allah hal seperti itu tidak akan pernah terjadi. Semoga Allah selalu menjaga hatiku untuk tetap istiqomah dan meluruskan niat suci ini di jalan-Nya. Bagi saudariku sesama muslimah, aku ingin sedikit berbagi bahwa : Berhijab adalah suatu proses panjang dalam memantapkan hati. Bukan siap dulu baru berhijab namun hijabkanlah diri kita sendiri dan nantinya hati kita juga akan ‘terhijabi’. Karena sejatinya, kita tidak akan pernah merasa siap kalau kita tidak melakukannya terlebih dulu.

Alhamdulillahirabbilalamin setelah berhijab aku merasa lebih tentram dan lebih disegani oleh kaum muslim dan muslimah. Aku juga merasa semua urusanku semakin lancar. Mungkin ini merupakan keberkahan dalam berhijab yang aku rasakan.  Dan setelah kurang lebih sebelas bulan mengenakan hijab banyak lagi keberkahan lain yang aku nikmati, sekarang aku memiliki bisnis jilbab kecil-kecilan yang aku harap bisa menjadi bisnis besar nantinya. Sambil berjual jilbab, aku juga sebisa mungkin menyebarkan syiar Islam kepada para kaum muslimah untuk bisa berhijab nantinya. Alangkah senangnya bila bisnis ini bermanfaat bagi saudari-saudari di sekitarku.

Pesan untuk sesama muslimah bahwa hijab esensinya tidak hanya hijab badaniyah kita tapi menghijabi hati kita juga. Hijab bukan penghalang dalam melakukan aktifitas kita sebagai wanita. Justru hijab bisa kita jadikan motivasi penyemangat sesama muslimah dalam beraktifitas dan berkarya. Dengan hijab juga kita senantiasa lebih dihormati terutama bagi para kaum adam dan pastinya lindungan dan keberkahan dari Allah SWT. Bagi muslimah saudariku yang sudah berhijab semoga kalian tetap istiqomah dengan keputusan berhijab dan tularkan terus semangat berhijab kepada sesama muslimah. Semoga pahala terus teruntai kepada yang memberikan ilmu dan pengalaman hijabmu. Bagi muslimah saudariku yang belum berhijab, semoga kalian nantinya akan menyusul kami.

Inilah sepenggal kisah dan pengalamanku dalam berhijab. Semoga bermanfaat bagi saudariku sesama muslim dan  semoga kita selalu bersyukur atas segala nikmat tak terkira dari Allah SWT, Tuhan seru sekalian alam. Amin Ya Rabb. Hijabku, Jalanku..

written by: Arika Priliani

Pemenang Kuis HiLo Soleha bersama Mari Berhijab dan MISLA clothing Line

Twitter: @yayhi8

3 thoughts on “Hijabku, Jalanku

  1. abdillah mengatakan:

    mbak copy paste kisahnya, insyaallah mau jadiin buku. trims

    • mari berhijab mengatakan:

      Mohon maaf, apabila ingin dijadikan buku mohon dibicarakan secara resmi kepada kami. Karena semua tulisan yang ada di blog https://mariberhijab.wordpress.com adalah amanah yg dititipkan oleh penulisnya kepada kami, sehingga segala hak cipta untuk dibukukan mohon dapat dibicarakan terlebih dahulu kepada kami. Terima kasih atas pengertiannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: