Mahasiswi Fisika yang Berhijab

Assalamu’alaikum gorgeous🙂

Nama saya Nikensashi Arumaninggar, berusia 21 tahun dan sekarang sedang menjadi mahasiswi tingkat akhir jurusan Fisika Universitas Indonesia. Anyway, berbicara mengenai jurusan yang saya pilih, tentu bukanlah pilihan menyenangkan bagi wanita manapun, banyak yang lebih memilih kuliah manajemen, akuntansi atau bidang sosial lainnya. Namun begitulah saya, saya menyukai fisika dan ternyata lingkungan kuliah saya memang dipenuhi para pria yang terkesan ‘sangar’ dan ‘macho’ layaknya mahasiswa teknik. Tentu saja hal ini tidak mengecilkan niat saya berhijab.

Saya sudah membaca banyak sekali cerita dari para muslimah yang Subhanallah sangat menginspirasi. Mengenai cerita saya sendiri, saya sebenarnya tidak mengalami banyak kesulitan dalam berhijab. Alhamdulillah semuanya terasa sangat mudah. Mungkin hal ini dikarenakan oleh lingkungan SMA dan kuliah yang Alhamdulillah sangat mendukung. Mengapa demikian? Sekitar awal tahun 2001, karena tugas dinas orangtua, saya dan keluarga pindah ke sebuah kota kecil bernama Pandeglang yang terkenal sebagai kota 1000 santri di wilayah Banten.

Ketika saya menginjak masa SMA, peraturan daerah menyatakan bahwa seluruh siswi yang ada di daerah tersebut diwajibkan memakai seragam muslimah saat sekolah. Saya hanya memakai kerudung saat pergi ke sekolah saja, tapi saya mulai malu bila bertemu guru-guru saya di luar sekolah tanpa mengenakan hijab. Hal tersebut berjalan hingga saya duduk di kelas 3 SMA, sering saya keluar rumah tanpa mengenakan hijab. Alasan saya yang kadang-kadang bepergian memakai hijab adalah ketika saya ingin berpenampilan sopan ketika bertemu guru-guru saya.

Lalu tibalah saat dimana saya lulus SMA dan sebelum keberangkatan saya kuliah, orang tua saya bertanya; ”kamu mau pakai kerudung apa enggak waktu kuliah nanti?”

Pertanyaan itu terus terngiang dalam benak saya, saya merasa memang belum siap berhijab seutuhnya. Ayah saya bilang; ”Ayah nggak pernah memaksa kamu pakai jilbab, itu semua pilihan kamu, hanya saja kalau kamu pakai jilbab, pakailah yang benar dan konsisten.”

Kemudian beberapa hari sebelum keberangkatan saya, saya tiba-tiba berpikir bahwa jika saya menginginkan jodoh yang baik untuk saya kelak, maka sayalah yang harus berusaha untuk menjadi wanita yang baik. Dan saya yakin pria yang menyukai wanita berhijab insha Allah adalah pria yang baik. Pikiran itu sebenarnya sangat aneh untuk anak SMA yang baru lulus seperti saya; ”kuliah aja belum mulai, masa udah mikirin jodoh”. Tapi begitulah saya, dengan pikiran yang sangat sederhana dan sedikit konyol itu, maka saya mengucap basmallah dan berniat untuk memakai hijab dengan sungguh-sungguh.

Alhamdulillah ternyata fakultas saya adalah pencetak wanita-wanita berhijab terbesar di UI. Disinilah tempat belajar saya, dimana wanita berhijab dipandang sangat baik dan sangat dihargai. Allah mengirimkan saya ke lingkungan yang agamis seperti ini agar saya bisa lebih banyak belajar berhijab dengan baik, dan tentu saja membuat saya semakin yakin untuk berhijab. Terutama saat ini ternyata pemikiran saya sebelum masuk kuliah mengenai jodoh, Alhamdulillah benar adanya. Sudah dua tahun saya menjalin hubungan yang serius dengan seorang pria yang sangat menghormati, menyayangi dan mendukung saya sepenuhnya dalam berhijab.

Mari Berhijab, let’s be a gorgeous hijabi🙂

wrtitten by: Nikensashi Arumaninggar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: