Setelah Siang Itu, Aku Siap Berhijab

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Nama saya Mirza Handina Hakim. Saya seorang arsitek dan blogger. Saya besar di Pulau Lombok, pulau seribu masjid. Dan ini cerita berhijab saya…

Hijab sebenarnya bukan hal yang asing dikeluarga saya. Keluarga besar saya Alhamdulillah merupakan keluarga  pemeluk agama islam yang cukup patuh dalam menjalankan syariat-syariat Islam. Nenek, mama, dan tante-tante saya telah memakai jilbab sejak lama. Di keluarga,  saya dan 3 adik perempuan saya bersaudara, yang belum memakai hijab.

Mama dan papa sering kali mengingatkan kami akan kewajiban kami sebagai muslimah ini, memakai hijab. Namun, belum ada juga niatan saya dan adik-adik untuk mengenakan hijab. “Nanti aja deh ma pake hijabnya kalau udah siap”; itu jawaban saya setiap di tanya kapan pakai jilbab.

Pada waktu tertentu, sempat terlintas keinginan untuk mengenakan hijab. Sebenarnya saya juga aktif di organisasi ke-islaman yang ada di sekolah (waktu itu saya baru masuk SMA). Mulai dari menjadi peserta pesantren kilat, menjadi panitia setiap sekolah mengadakan pesantren kilat,sampai menjadi pengurus organisasi itu, yang mana di setiap kegiatannya di haruskan memakai hijab. Tapi keinginan untuk memakai jilbab belum benar-benar saya lakukan. Sering terfikir, kalau pakai hijab nggak bisa modis dong, fashionnya gitu-gitu aja, gak bisa nongkrong sama teman-teman, dll. Tetapi semakin saya berusaha untuk menghindari pikiran mengenakan hijab, semakin kuat dorongan dari keluarga dan lingkungan organisasi sekolah untuk saya memakai hijab.

Dan hari, minggu, bulan bahkan tahun telah berganti. Dan saya sudah duduk di bangku kuliah semester 3. Dan saya masih belum juga menggunakan hijab. Mama dan papa mungkin sudah lelah mengingatkan saya akan kewajiban yang belum saya jalankan itu.

Lalu pada suatu hari, ketika sedang dijalan menuju sebuah mall bersama pacar saya ketika itu, dan dia tiba-tiba nyeletuk; “hebat banget anak itu, masih SD tapi sudah pakai jilbab. Padahal banyak nih yang lebih tua tapi nggak sabar-sadar.” Saya mencari anak yang dia maksud, ternyata ada anak kecil yang di bonceng dengan sepada motor oleh ibunya menggunakan seragam sekolah di sebelah mobil kami. Subhanallah… anak itu terlihat sangat cantik dan selalu tersenyum, padahal siang itu matahari sedang terik-teriknya.

“Gitu deh kalau pakai jilbab, biar panas-panas pakai motor gak bakal kerasa”; sambungnya. Saya hanya bisa terdiam, dan air mata mulai menetes.

Sesampai di mall, kami langsung menuju sebuah tempat makan, tapi kenapa selera saya untuk makan tiba-tiba hilang, saya bagaimana kalau saat itu kiamat datang dan saya belum berhijab. Masya Allah, tidak dapat saya bayangkan jika itu terjadi, saya termasuk orang yang merugi. Saat itu keinginan saya untuk berhijab semakin kuat. Saya ingin segera menutup aurat.

Akhirnya menceritakan yang daritadi saya pikirkan kepada pacar, dan dia sangat setuju dengan niatan saya tersebut. Akhirnya setelah makan, kami pergi ke toko busana muslim untuk membeli perlengkapan hijab. Alhamdulillah.

Keesokan harinya saya memakai jilbab ketika pergi ke kampus, dan diluar dugaan, teman-teman saya sangat mendukung. “Makin cantik loh Din…”; kata teman-teman saya. Dan ada lagi yang berkata; “ternyata pakai jilbab kamu makin cantik ya, aku juga besok mau pakai jilbab ah..” Subhanallah. Dan Alhamdulillah, hingga saat ini saya tetap istiqomah, insya allah seterusnya. Amin.

Saya sangat bersyukur mempunyai keluarga, pacar, dan sahabat-sahabat yang mendukung dan selalu mengingatkan kebaikan.

Sekian cerita saya, semoga bermanfaat buat muslimah-muslimah semua.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb

written by: Mirza Handina

Twitter: @dinahakim13

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: