Jilbab Itu Bukan Tentang Kesiapan Hati

Assalamu’amualaikum Wr Wb

Nama saya Sarah Fadhilah, salam kenal ukhti..

Alhamdullilah saya dibesarkan pada keluarga yang agamis, kakek saya memiliki pesantren di daerah Bandung. Waktu SD saya memang menggunakan jilbab, karena memang semua keluarga saya menggunakan jilbab, tapi saya berhijab tidak begitu lama..

Saya memutuskan untuk membukanya kembali ketika saya memasuki SMA kelas 1, tapi tidak benar-benar dibuka, ketika saya di lingkungan keluarga orangtua, saya menghormati mereka untuk menggunakan hijab, namun ketika bersama teman-teman saya, saya langsung melepasnya.

Orang tua saya tidak pernah memarahi saya, tapi mereka selalu mengingatkan saya dengan pelan-pelan, karena mereka mengerti bahwa saya sedang labil. Kata-kata mama yang saya ingat adalah “Jilbab itu bukan masalah kesiapan hati, namun itu adalah Kewajiban. Kalau hati kamu belum siapa, sampai kapan siapnya kalau tidak pernah mencoba?”

Dari perkataan mama, hati saya sangat gelisah entah kenapa. Saya banyak merenung, mengenai kata-kata mama kenapa saya tiba-tiba tanpa berpikir panjang untuk membuka-tutup jilbab yang telah melekat di saya dari sekolah dasar. Saya sangat berpikir sangat keras, namun saya tetap tidak menggunakan jilbab.

Namun pada akhirnya, pada saat ulang tahun teman saya, saya memutuskan untuk berjilbab. Saya tanamkan dalam hati “Bismillah”. Alhamdulillah, teman dekat saya meresponnya dengan amat sangat baik. Dari situ, saya mengumpulkan kerudung-kerudung dan mencoba-coba berbagai macam model kerudung.Tahun-tahun berikutnya teman dekat saya pun berkeinginan untuk menggunakan hijab, Saya terus mendorongnya akan pentingnya  menggunakan jilbab. Teman dekat saya belum tergerak sama sekali untuk menggunakan jilbab, dia masih menimbang-nimbang jika ia menggunakan jilbab. Ia berpikir jika ia menggunakan jilbab pasti tidaklah modis.

Dan alhamdulillah, setelah kami memasuki dunia kampus teman dekat saya memutuskan untuk berhijab, tapi bukan 1 orang yang menggunakannya, tapi ketiga teman dekat saya. Sungguh saya sangat bersyukur, teman dekat saya telah mendapatkan hidayahnya.

Dan saya sangat bersyukur dengan banyaknya model kerudung seperti sekarang ini, amat sangat disayangkan jika perempuan-perempuan tidak tergerak untuk menggunakan hijab. Dan tentu adanya komunitas mengenai Hijabers Community, yang banyak menginspirasi kaum perempuan dalam menggunakan jilbab.

Semoga cerita ini dapat menginspirasi teman-teman yang berkeinginan berhijab agar tidak lupa juga untuk terus mengingatkan pada teman-teman. yang lainnya.. Dan yang paling penting adalah niat dalam menggunakan jilbab, bukan semata-mata karena ikut-ikutan..

written by: Sarah Fadhilah

One thought on “Jilbab Itu Bukan Tentang Kesiapan Hati

  1. bhenco mengatakan:

    mantap artikelnya mbak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: