Hidayah Berhijab di Pagi Buta

Hijab saat ini menjadi bagian dari tubuhku, seperti bibir di wajah, kuku pada jemari tangan. Tidak mampu rasanya jika bagian dari tubuh itu hilang walaupun hanya dalam hitungan detik. Siapa sangka hijab begitu melekat hingga seperti ini, sekarang?

Sejak mulai remaja, orang tua mendidikku untuk mengenakan hijab, lebih tepatnya menutup aurat. Karena hingga 16 tahun aku belum baligh, maka anjuran itu kuabaikan, rasanya aku sangat sangat membenci selembar kain penutup kepala itu. Aku membencinya karena panas saat dikenakan, karena rambut panjangku tidak bisa terlihat, karena itu berarti aku tidak bisa memakai mini dress yang terlihat sangat lucu dan cantik.

Dan jika aku berhijab, pastilah tidak semua teman menerimaku dalam lingkup pergaulan mereka. Aku membencinya. Di Sekolah aku memakai hijab, hanya karena ajakan temanku dan perintah orang-tua. Aku tetap tidak bisa menyukainya.

Hingga suatu hari, beberapa tahun yang lalu. Suatu sore aku mengunjungi tanteku. Di kamar tante, kutemukan shawl warna hijau tua, warnanya cantik sekali.. Kulilitkan shawl itu di kepala. Wah! warnanya cocok sekali diwajahku! Rasa benci itu hilang seketika, tapi hidayah belum datang juga..

Hingga suatu malam 3 tahun yang lalu. Aku terbangun tiba-tiba, kira-kira pukul empat pagi. Bukan terbangun,tapi seperti dibangunkan oleh seseorang.

Di kepalaku seperti ada sebuah teriakan..

“Aku selalu mengabaikan perintahMu, lalu bagaimanakah jika suatu hari Engkau meninggalkanku?” Tiba-tiba aku merasa takut sekali. Aku berteriak kecil dan menangis. Aku merasa sangat sangat malu. Pagi harinya, hati rasanya gelisah dan cemas. Saat itu juga aku memutuskan meutup auratku, memakai hijab di kepalaku hanya karena Allah.

Alhamdulillah.. Sejak memakainya karena Allah, tidak ada satupun yang ku khawatirkan.

Aku menjadi diriku sendiri. Akulah yang memilih dengan siapa aku bergaul. Secara otomatis, ibadahku menjadi lebih baik. Pola pikirku pun menjadi semakin dewasa. Bahkan, aku bisa mengajak beberapa teman mempelajari perintah menutup aurat [(Annur:31),(Qs. Al-Ahzab: 33),(Qs. Al-Ahzab: 59)] dan mengajak berhijab karena Allah.

Berkat hijab pun aku menemukan freelance profession yang berhubungan dengan hijab. Aku sangat bersyukur atas hidayah yang datang di dalam hati, dan beryukur hijab sudah menjadi bagian dari tubuhku sekarang, tentu tidak akan kubiarkan hilang dari tubuhku.

Insya Allah tetap karena Allah…

written by: Aulia Roshada

Twitter: @Ochapuchino

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: