Kalo Bukan Sekarang Kapan Lagi?

Assalamu’alaikum,

Senang rasanya ada wadah yg bisa memotivasi kaum wanita untuk memakai hijab, selain karena menggunakan hijab adalah wajib hukumnya. Awalnya saya bingung apa yg saya harus cerita agar setidaknya bisa menginspirasi teman-teman yang mau memakai hijab, mungkin cerita saya ini tidak terlalu spesial atau hampir sama dengan cerita teman-teman tapi gapapa ya, inshaallah bisa tambah memantapkan teman-teman untuk memakai hijab. Aamiin..

Semakin dipikirkan semakin banyak alasan

Sebetulnya saya sudah lama ingin memakai hijab, tapi ya itu memang selalu saja banyak perdebatan dengan diri sendiri, semakin dipikirkan semakin banyak alasan yang memberatkan keinginan berhijab, dan ga jarang keinginan itupun naik turun. Awalnya saya berkeinginan untuk memakai hijab kalo sudah menikah saja toh saya ingin hanya suami saya yg berhak atas saya, hal inipun membuat saya mengulur-ulur waktu untuk memakai hijab.

Tapi anehnya selalu saja timbul pemikiran bagaimana kalo malahan nanti suami saya tidak menyetujui keputusan saya memakai hijab sesudah menikah. Tapi seiring waktu kembali saya melupakannya toh pada saat itu juga blm ada rencana menikah dalam waktu dekat. Sampai akhirnya ketika saya berhenti bekerja untuk melanjutkan S2 saya diUNPAD Bandung, anehnya saya sering sesumbar kebyk orang kalo setelah berhenti bekerja ini saya mau memakai hijab. Tetapi belum juga saya lakukan (paraah ya, hehehe).

Begitu saya melanjutkan S2 saya dibandung, saya tidak lantas memakai hijab juga namun saya sudah mulai mengagumi wanita berhijab dibandung entah ya mungkin karena banyak teman saya yang berhijab atau memang inilah rencana ALLAH buat saya. Singkat kata entah bagaimana tiba-tiba saya merasa saya harus berhijab walaupun perang batin dengan diri saya ini selalu saja memberatkan tapi saya nekat, bismilah saja saya mau pakai hijab, saking tidak prepare alias nekat bismilah karena Allah saya hanya memiliki beberapa hijab yg saya punya sebagai koleksi kalo lebaran. Banyak teman yang kaget melihat saya berhijab, namun tidak sedikit pula yang senang dan mendo’akan agar saya istiqomah, aamiin yarobb. Mulai dari situ saya terus belajar memakai hijab walaupun terkadang masih tidak rapih tapi saya tetap memakai hijab.

Godaan memang tetap saja ada mulai dari ejekan teman-teman yang mungkin menganggap dengan berhijab akan membatasi pergaulan (padahal alhamdulilah ngga lho). Sampai masalah susah memadu padan, ribet,gerah dan kerontokan rambut. Tapi alhamdulilah ketika saya memutuskan berhijab saya merasa saya banyak yang menjaga, banyak yang lebih menghormati dan banyak juga rejeki hehehe, rejekikan bisa apa saja ya ga melulu uang, salah satu rejekinya ya saya merasa saya selalu dikelilingi orang yang baik dan sampai akhirnya saya menemukan jodoh saya yang alhamdulilah menerima keputusan saya memakai hijab.

Semua butuh proses

Memang dengan memutuskan memakai hijab itu tetap membutuhkan proses, harus tetap belajar untuk bisa semakin lebih baik dan syar’i. Mungkin semua sama ya awal berhijab pasti semua memakai gaya yang standart hehehe saya juga begitu kadang suka ketawa sendiri liat foto saya dulu tapi ya gapapa dari pada ngga pake hijab ya kan hehehe. Itu juga yang menjadi kan saya kemudian agak jenuh karena putus asa dengan berhijab saya, saya sempat melepas hijab saya ketika saya bulan madu ke Singapore dengan suami pada saat itu suami saya tanya kenapa yank kok ga pake hijabnya dan saya dengan enteng bilang iya bingung soalnya bosan dengan gaya yg begitu kok ga enak ya liatnya dan foto dipasport saya memang waktu itu belum memakai hijab. (Untuk catatan saya memakai hijab itu akhir tahun 2008 tapi saya lupa tepatnya, dan  saya menikah juni 2009). Tapi teman-teman ketika saya pulang kejkt saya tetap berhijab jadi lepas hijabnya Cuma seminggu pas bln madu aja, lucu juga kalo diingat-ingat, tapi ya balik lagi semua butuh proses dan itu proses saya.

Alhamdulilah lebih baik

Setelah menikah saya otomatis ikut suami yang kebetulan tugas diluar kota, otomatis juga saya memiliki lingkungan baru, teman baru dan aktifitas baru. Sempat homesick saya dibuatnya. Belum lagi dilingkungan baru ini teman-teman yang memakai hijab amat jarang sekali jd kadang saya suka malas buat bersosialisasi, padahalkan silaturahmi itu bisa memperpanjang umur katanya hehehe. (tips: bukannya melarang memiliki teman yang tidak berhijab, tapi menurut pengalaman saya dengan seringnya kita berkumpul dengan teman berhijab semakin kecil lho keinginan kita untuk membuka hijab).

Singkat kata mungkin inilah cerita indah Allah buat saya, waktu itu teman saya yang baru memakai hijab menyuruh saya membuka link hijaberscommunity katanya ada model search lho, kamukan pernah pernah sekolah modelling dan sempat ngejalanin modelling buat side job ikut dih, awalnya saya hanya ketawa karena saya kira itu becanda tapi kemudian saya coba deh karena memang saya memiliki basic modelling dulu tapi ya karena berhijab saya tidak melanjutkan lagi karena gamungkinkan buka tutup hijab cuma buat kerjaan. Waktu itu dengan seadanya saya kirim foto. Ya coba ajalah gitu pikir saya karena ya gada salahnya juga dicoba toh bisa menambah teman dan wawasan.

Diluar dugaan saya terpilih jadi semifinalis dan kemudian diluar dugaan lagi saya terpilih sebagai 12 model yang akan ikut dalam acara launching hijaberscommunity, benar saja rencana Allah itu selalu indah kalo kita benar-benar ikhlas menjalaninya dalam hal ini memakai hijab ya. Dengan menjadi model diacara Hijabers saya memiliki teman-teman dan dapat berbagi pengalaman yang ga pernah saya pikirkan sebelumnya, tawaran didunia modelling kembali saya dapatkan juga tips-tips berhijab yang cantik, alhamdulilah ya hehehe. Saya dipercaya buat berpatisipasi dalam acara fashion show dan foto untuk katalog SHABILLA, MAINLAND HERITAGE, MISLA, dan beberapa media seperti tabloid Modis dan Paras. Saya juga tetap bisa aktif mengajar sebagai dosen disalah satu perguruan tinggi

Jadi intinya kalo menurut saya kalo teman-teman mau memakai hijab jangan terlalu banyak pertimbangan, Bismilah aja karena semakin dipikir semakin banyak deh alasan buat menunda pakai hijab, karena umur kita gada yang tau lho sedangkan hijab itu wajib hukumnya, saya juga sebetulnya ga setuju kalo ada yg bilang jilbabin hati dulu atau blm ada hidayah, karena menurut saya itu Cuma faktor niat dan mau aja semakin kita nunda semakin banyak alasan buat ga pake.

Ga perlu takut buat pakai hijab karena sekarang ini udah banyak lho model-model atau pendukung kita buat berhijab jadi ga susah kaya dulu contohnya kaya dalaman ninja itu lho kan bikin hijab makin asik dan cantik ya ga?, terus dengan adanya hijaberscomm juga bisa bikin kita nambah wawasan dan teman buat sama-sama belajar dan mendukung agar tetap istiqomah so apalagi yang ditunggu teman? Inshaallah dengan berhijab kedepannya akan lebih baik.

Semoga cerita saya bisa bermanfaat dan menginspirasi ya buat teman-teman aamiin.

written by: Muthia Hasfamiza

Twitter: @muthia8

One thought on “Kalo Bukan Sekarang Kapan Lagi?

  1. Alexandre Ber Ontario mengatakan:

    Thanks for revealing your ideas here. The other point is that if a problem arises with a laptop or computer motherboard,
    people today should not go ahead and take risk associated with
    repairing this themselves because if it is not done right it can lead to
    permanent damage to an entire laptop. Most commonly it is safe just to approach the dealer of your laptop with the repair of the motherboard.
    They’ve got technicians who definitely have an competence in dealing
    with mobile computer motherboard troubles and can carry out the right prognosis and carry out
    repairs.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: