Underground Tetap Welcome dengan Berhijab

1aKulangkahkan kaki ini menuju lantai basah penuh gemercik air di 3/4 malam kala itu, merangsang aura dingin yang menyentuh dari telapak kaki hingga pundak. Ku ambil air yang mengalir memenuhi kedua telapak tangan yang mungkin tak lepas dari dosa, kubasuhkan air suci pada wajah yang membuat ku benar-benar tersadar akan berhadapan dengan yang maha kuasa di shalat tahajud.

Suasana berbeda dari sebelumnya, ketika ku harus mengenakan hijab setiap hari, dari bangun tidur hingga tidur kembali. Mengenal toleransi dan kebersamaaan. Paling pentingnya menjadi sangat bersyukur dengan apa yang aku punya saat itu, jiwaku lebih religius, pastinya karena hari-hariku dipenuhi dengan kegiatan sholat, dzikir, membaca Al-Quran, sehingga kebiasaan itu terbawa sesudah ku selesaikan pesantren kilat.

Ya, itulah sekilas cerita saat masa-masa ku dulu, detik-detik saat ku kenakan hijab yang membalut wajahku sampai saat ini. Kuperkenalkan diri, saya Asri Yuniar, 30 tahun, bekerja sebagai guru Taman Kanak-kanak Kuncup Harapan, Jln. Karanganyar Bandung. Berawal saat saya disuruh orangtua untuk mengisi waktu libur sekolah zaman SMA dulu, kalau tidak salah tahun 1999 ku jalani pesantren kilat tersebut di Darut Tauhid. Seteleh selesai pesantren, otomatis hijab masih membalut diwajahku. Mungkin panggilan hati datang untuk berhijab, ketika diriku merasa canggung saat harus membuka jilbab keluar rumah berpergian. Terlintas dipikiran “kenapa enggak pake jilbab aja seterusnya?”. Akhirnya ku mengokohkan hati untuk berhijab.

Mungkin terdengar biasa saja dari kilasan cerita itu, namun berubah menjadi tidak biasa saat ku kenakan hijab diatas panggung, apalagi dengan musik hardcore, underground. Ya, selain ku bekerja sebagai guru TK disisi lain diriku adalah vokalis band underground asal Bandung bernama GUGAT. Musik yang identik dengan lagu keras, distorsi tinggi, teknik vokal scream, gaya urakan dan attitude semaunya. Sejak pertama ku berhijab, sebenarnya ada pertentangan batin karena saya menyukai musik underground, bermain musik underground, dan suka datang pula ke acara underground, namun diriku tetap memantapkan diri untuk berhijab ditengah belantika musik underground.

Awal-awal setelah berhijab dan berada di komunitas underground, mereka sempat kaget karena periode tahun 1999-2005, jangan kan wanita berjilbab yang memainkan musik underground, wanita yang menonton dan datang ke acara aja sangat minim. Mereka kaget ketika melihat saya bersama GUGAT di atas panggung, mungkin yang ada dibenak mereka adalah “ada ya vokalis underground memakai jilbab?” tentu saja ada, buktinya saya, keadaan band GUGAT dengan vokalis yang diisi sosok seseorang seperti diriku ini tidak mengurangi rasa respect mereka terhadap band dan saya, justru dengan begitu mereka semakin respect.

Seiring berjalannya waktu mereka tambah yakin bahwa diriku berhijab ditengah komunitas underground tidak main-main. Namun sudah panggilan hati dari yang maha kuasa. Enggak ada diskriminasi terhadap ku, bahkan mereka tetap welcome dengan diimbangi skill dan attitude yang positif. Pelajaran terbesar yang didapat dari ini adalah filosofi do it yourself atau kemandirian dan selalu berkarya. Salah besar jika orang selalu mengidentikan kami dengan sesuatu yang negatif. Saya buktinya. Saya seorang guru, seorang ibu, dan seorang pecinta musik underground yang berhijab.

Pada hari-hari selanjutnya justru keadaan menjadi lebih baik karena hijab menentukan perilaku ini menjadi tahu diri, ada batasan dalam melakukan suatu hal. Positif? Negatif? Apalagi saat ku dipersunting Harie Gartika suami ku kini yang mebuahkan Runa Arieta Dzakariah (5th) anak pertamaku. Mereka berdua selalu mendukung dan selalu menyemangatiku di setiap harinya. Thank You My Family. (Adiel)

written by: Asri Yuniar

6 thoughts on “Underground Tetap Welcome dengan Berhijab

  1. anisha mengatakan:

    ternyata saya tak sendiri

  2. nik nurul jannah mengatakan:

    Salam asri, saya jannah dari malaysia. cerita kamu berhijab sangat menarik perhatian saya. saya seorang stylist di salah satu majalah hijab “HIJABISTA” ingin minta keizinan untuk masukkan cerita anda di majalah kami. terima kasih ya🙂

  3. Juwita Sari mengatakan:

    Dalam Alunan Musik YAng keras terdapat hati yang lembut dan mulia

    Tetap Semangat Mba🙂

  4. Chy Mulya mengatakan:

    Mba Asri kerenn, lanjutkan karya mu mbak, hijabers roker yuhuuu keren banget deh mba pokonya

  5. hafaizstory mengatakan:

    Reblogged this on hafaizstory and commented:
    hijab tak menjadi halangan untuk bekerja apapun😀

  6. andie chika mengatakan:

    suport mbak…
    saya kira ini adalah salah 1 prestasi baik di dunia musik underground indonesia. mungkin dengan ada’a mbak yg berhijab di dunia musik ini,dapat memberikan efek positiv dan pandangan yg baik bagi mereka yg mungkin sebagian’a memandang buruk musik ini..
    saluuut untuk mbak..
    mbak sdah menoreh 1 prestasi baik d dunia musik kita.
    maju terus mbak,smoga sukses,dan smoga kiprah’a menjadi kiblat dalam trend musik underground di indonesia.

    #salam kami mbak.
    “TUNTUNGAN GROUND, Medan-Indonesia.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: