Author Archives: mari berhijab

Semua Lebih Indah dengan Jilbab

Assalamualaikum,

Nama saya Nalia Rifika dan inilah cerita hijabku ūüôā

Keputusan Berjilbab 

Papa dan Mama saya asli Aceh. Hampir seluruh seluruh keluarga besar saya, perempuannya berjilbab. Mama dan Papa sering sekali bertanya kapan saya akan pakai jilbab terutama setelah kuliah, tapi jawaban saya selalu sama “Nanti ya ma, pa, kalau udah kesampaian jadi pembaca beritanya”. Yup, sejak kuliah di D3 Broadcast, saya memang¬† bercita-cita menjadi pembaca berita di TV swasta. Bahkan ketika saya mengambil kuliah S1 Hubungan Internasional, saya tetap ingin menjadi pembaca berita dan bela-belain menjalankan dua kuliah di waktu yang sama. Saat itu saya berpikir akan menggunakan jilbab baru pas akad nikah.

Tapi, tahun 2010 setelah lulus S1 dan saya justru kerja jadi wartawan di salah satu media cetak, saya jadi tidak terlalu berambisi lagi untuk menjadi pembaca berita. Saat kerja sebagai wartawan itu saya juga sedang mempersiapkan pernikahan di bulan Desember. Saat itu, saya sudah mulai berpikir untuk menggunakan jilbab sebelum hari pernikahan. Alasannya sangat simpel “masa pas akad nikah dan resepsi pakai jilbab, tapi foto-foto preweddingnya ga pakai jilbab,” pikir saya saat itu. Baca lebih lanjut

Perempuan Berhijab Itu Keren Lho!

Semoga saya tidak salah mengingat, saya mulai berhijab sejak Oktober 2006.. Ah saya lupa tepatnya tanggal berapa. ūüôā¬†Waktu itu bulan Ramadhan, hal terspesial saat itu adalah saya menggunakan hijab pertama kali saat saya mempresentasikan Tugas Akhir saya di depan dosen.¬†Ya, sebenarnya tidak banyak rintangan saat saya memutuskan ingin menggunakan hijab.

Oh iya, hampir lupa, Assalamualaikum, nama saya Fenty, saya tinggal di Surabaya dan bekerja sebagai tenaga pengajar di salah satu perguruan tinggi swasta di kota yang sama.

Mungkin saya perlu cerita sedikit, Ibu saya sejak tahun 1998 telah menggunakan hijab setelah beliau menunaikan ibadah haji di tahun yang sama. Walaupun beliau sudah menggunakan hijab, saya belum berpikir ke arah sana. Bagi saya waktu itu, berjilbab itu hanya untuk orang-orang alim saja. Lalu kemudian kakak sepupu yang cukup dekat dengan saya beberapa tahun kemudian berkeputusan untuk menutup auratnya juga. Sejak itu saya jadi tertarik membaca beberapa buku yang menjelaskan kewajiban perempuan untuk berhijab, menutup auratnya. Saya masih berpikir berkali-kali tentang hal ini, karena saya merasa saya tidak sealim itu. Walaupun cara berpakaian saya pun memang tidak pernah terbuka sih dari dulu. Baca lebih lanjut

Bisikan Pagi, Membuatku Berhijab

Assalamu’alaikum,

Aku Wigi, aku sekarang bekerja menjadi Desain Grafis di sebuah majalah remaja di Jakarta. Dan Alhamdulilah aku sudah memasukin tahun 3 memakai hijab.

Awal mulanya memakai hijab pada bulan januari tahun 2009 silam, Bisikan pagi yang menghantarku untuk memakai hijab. Ketika aku bangun tidur, tak sadar aku mendegar bisikan suara di telinggaku menyuruh aku memakai hijab, dan bisa membuat hatiku tenang. Mungkin terasa aneh tetapi itu yang aku rasakan dan hati aku terpanggil untuk menutup auratku dengan hijab. Memang saat itu aku sedang mendapatkan cobaan yang cukup berat. Aku harus berhenti bekerja, karena suatu masalah hingga keluargaku tahu dan mengakibatkan pertengkaran oleh kakakku yang menyebabkan ayahku sakit. Belum lagi masalah percintaanku, semua masalah lengkap jadi satu. Berbulan-bulan aku sabar membereskan masalah ku satu persatu dan mencari pekerjaan baru untuk membuktikan kepada orang tuaku dan saudara-saudaraku. Saat aku sedang terpuruk oleh masalah ini, bisikan itu muncul… Baca lebih lanjut

Hijab = Identitas Muslimah

Salam, perkenalkan nama saya, Betalitha Aliva. Saya seorang mahasiswi di sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung. Izinkan saya berbagi keajaiban melalui cerita hijab saya, semoga menginspirasi. ūüôā

Di tahun 2006…

Keputusan saya berhijab mungkin sangat terlambat, alhamdulillah di tahun pertama kuliah saya akhirnya mendapat hidayah untuk memakai hijab. Itupun setelah saya mengikuti semacam kegiatan agama dan dibimbing oleh kakak mentor secara cukup intens. Memang untuk membuat sebuah perubahan perlu niat dan tekad yang bulat serta bimbingan dari yang sudah berpengalaman. Insya Allah niat kita tersebut akan terlaksana. Kegiatan mentoring ini sebenarnya diharuskan atau semacam kewajiban untuk menambah nilai mata kuliah pengantar ilmu agama. Nah, bersama teman-teman putri lain saya mengikuti mentoring seminggu sekali meskipun jumlahnya semakin lama semakin menyusut tapi saya berusaha bertahan karena saya seperti kehausan, saya begitu ingin mendalami ilmu agama. Bahkan hari itu menjadi penyemangat tersendiri setiap minggunya. Setiap pertemuan kami membahas tema-tema yang menarik yang diberikan mentor-mentor kami, Teh Siti dan Teh Indri, berseling minggu berikutnya khusus tanya jawab mengenai apa saja bahkan bisa dibilang seperti sesi curhat. Begitu seterusnya. Saya pikir banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh dari forum kecil seperti ini tanpa harus dipaksa oleh sebuah kewajiban mata kuliah. Sungguh sayang teman-teman yang melewatkan kesempatan ini.  Baca lebih lanjut

Hijab Menambah Kesabaranku

Assalamualaikum, nama saya Fitri dan seorang ibu rumah tangga. Ini ceritaku :

Alhamdulillah 2 juni 2007 saya menikah dan tak tahan segera mempunyai anak. Bulan demi bulan ku lewati akhirnya 30 oktober 2007 saya dinyatakan hamil 5 minggu. Alhamdulillah saya sangat senang luar biasa. Saya bersyukur atas segala karuniaNya dan anugerahNya karna doaku dijabah olehNya, mendapatkan suami yang super baik, dan  insyaallah akan dikaruniai anak, dalam hatiku bertanya sekarang apalagi yang saya cari.

Dan tepat dihari dimana saya mengetahui kehamilanku dihari itu pula ku berhijab. Alhamdulillah Ya Allah. Dengan kehamilan ini saya membatalkan kontrak kerja karna kantor dimana saya akan bekerja tidak memperbolehkan pegawainya untuk hamil dulu.

Hari demi hari kulewati sampai akhirnya saya mengalami keguguran, hancur hati ini. Mungkin ini cobaan buat saya, mungkin Allah menguji saya apakah dengan keadaan demikian saya tetap berhijab. Alhamdulillah karena berhijabku memang sudah niat dari hati dan takkan tergoyahkan. Dengan doa dan ikhtiar akhirnya saya hamil kembali dan alhamdulillah saya dikaruniai anak sholeh, sehat dan pintar. Alhamdulillah Ya Allah dengan kesabaran, doa, ikhtiar Engkau telah memberi anugerah yang berlipat ganda.

written by: Fitri Kristiani

Karena Santri Aku Berhijab

Assalamualaikum

Nama saya Reysha Utami, mahasiswi tingkat akhir yang ingin ikut berbagi cerita tanpa bermaksud menggurui.

Awalnya saya tertarik berhijab ketika masih kelas 3 SD. Tepatnya ketika saya ikut pesantren kilat yang diadakan oleh para santri. Penampilan para santri nisa’ (wanita) yang waktu itu menurut saya “keren” lain dari yang lain membuat saya tertarik untuk menggunakan hijab. Ya,waktu itu saya belum mengerti betul tentang hijab sesungguhnya. Jadilah saya ketika selesai pesantren kilat dan pulang kerumah, saya tidak mau melepaskan hijab dan bilang ke mama saya mau menggunakan hijab. Jelas saja langsung ditolak sama mama, mama menganggap saya masih kecil nanti kalo sudah besar begitu katanya. Benar saja,beberapa hari kemudian saya pun lupa dengan hijab sampai beberapa tahun. Kenapa beberapa tahun? Karena ketika saya kelas 6 SD semester akhir, keinginan untuk berhijab dulu datang lagi. Pada akhirnya saya memilih keputusan nekat, tamat SD saya mau pesantren. Awalnya mama menolak alasannya karena jauh ( saya tinggal di Bengkulu,sedangkan pesantren di Indramayu ), tapi setelah didesak akhirnya mama pasrah. Baca lebih lanjut

Malu pada Allah

Assalamua’alaikum wr wb,

Salam kenal ukhti, nama saya Lisna Dwi Ardhini. Saya mau sharing pengalaman berhijab ni. Semoga berkenan yah.

Sebenarnya niatan untuk memakai hijab sudah ada sejak kuliah. Tapi sayangnya,¬†saya yang dulu masih percaya¬†pada persepsi bahwa¬†wanita berhijab akan sulit mendapatkan pekerjaan.¬†Keluarga¬†sangat berharap saya membawa perbaikan ekonomi dalam keluarga dengan cara mendapat pekerjaan¬†yang bagus. Saya pikir waktu itu, kalo nanti lulus kuliah saya susah dapat kerjaan yang bagus, nanti ngga bisa bantu ekonomi keluarga. Jadi, saya selalu¬†menunda niat untuk berhijab. Sebenarnya dalam keluarga tidak ada masalah dalam urusan berhijab karena¬†beberapa sepupu pun sudah berhijab dari SMP. Sahabat saya pernah bilang waktu dia pertama kali pakai hijab, “Kalo kita nunggu siap, seumur hidup bisa-bisa kita ngga akan siap Na. Berhijab dulu karena itu kewajiban, sambil jalan kita perbaiki diri kita.” Tapi memang mungkin namanya hidayah kalo belum kena sampe hati ya ngga akan berasa yah. Baca lebih lanjut

Hidayah Setelah 6 Tahun Berhijab

Assalamualaikum Wr. Wb

Terima kasih buat Kak Ola (@olanatics) yang punya ide teramat kreatif bikin blog khusus buat sharing masalah hijab.

Saya Nurul Nafi Ariyani, memutuskan untuk menutup aurat sejak kelas 2 SMP, jadi sudah sekitar 6 tahun lebih saya memutuskan untuk berhijab. Keluarga saya cukup religius, kedua orang tua termasuk orang yang beribadah dengan sangat baik, sedangkan kakak saya adalah contoh anak idaman keluarga (rajin shalat, pintar mengaji, dll). Kami dua bersaudara dan terpaut 7 tahun. Saya sering sekali merasa keluarga saya terlalu mendikte. Dari kecil saya diharuskan mengaji setiap sore hari dan mengulang di rumah, diharuskan shalat 5 waktu, dan rutinitas lain yang membuat anak kecil seperti saya merasa bosan.

Hingga saat SMP, kakak saya menikah di usia sekitar 21 tahun. Kebetulan sekali, suami kakak saya adalah orang yang juga sangat taat agama, sehingga semakin ketatlah pengawasan terhadap saya. Momen tersebut mendorong saya untuk berusaha menjadi lebih baik, saya yakin saya ingin menutup aurat dengan berjilbab meskipun shalat masih sangat sering bolong. Saya juga tidak mau menjadi satu-satunya anggota keluarga yang berbeda dari segi fisik (kakak dan ibu memakai hijab). Baca lebih lanjut

I love My Hijab, My Way of Life

 

Assalamualaikum,

Saya besar dikeluarga Islami, ayah saya sudah sering bertanya ‚Äúkapan saya akan memakai hijab?‚ÄĚ mulai dari saya baligh. Tapi dulu, pertanyaan itu buat saya seperti masuk telinga kanan, keluar telinga kiri. Jawaban saya pun simple ‚Äúbelum siap!‚ÄĚ. Dan yang saya lakukan pun sama seperti perempuan-perempuan¬†lain yang belum berhijab, mencari pembenaran kalau berhijab itu harus menunggu kesiapan diri. Jadi jawaban itu selalu menjadi senjata saya kalau ada orang yang bertanya ‚Äúkapan mau pake hijab?‚ÄĚ Tapi entah kenapa, pertengahan tahun 2010 saya mulai memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu. Dampaknya, saya mengalami kegelisahan yang luar biasa, tanpa sebab yang jelas, saya mulai merasa tidak nyaman keluar rumah dengan pakaian biasa (kaos lengan pendek dan celana jins), setiap tidur mulai dihantui mimpi-mimpi buruk dan selalu ketakutan.

Baca lebih lanjut

‚ÄúTerpenjara‚ÄĚ Dalam Hijab

Assalamualaikum ukhti yang senantiasa dirahmati Allah…

Cerita tentang proses berhijab yang saya alami mungkin tidaklah terlalu istimewa, namun saya tetap ingin berbagi dengan ukhti semua. Saya berjilbab sejak kelas 1 SMP yang berarti sejak tahun 2000. Alhamdulillah keinginan berjilbab itu berasal dari diri sendiri bukan paksaan orang tua atau siapapun.

Bermula dari sebuah pesantren kilat yang saya ikuti saat kelas 5, disini kami diharuskan berhijab selama kegiatan. Saat penutupan kegiatan ini, ada pengumuman untuk murid terbaik di tingkat SD dan SMP. Dan Alhamdulillah saya terpilih menjadi murid wanita terbaik tingkat SD saat itu, dan saya pun diberikan hadiah penghargaan yang diberikan oleh ketua panitia akhwat. Di akhir penutupan,saat itu beliau¬†¬†berpesan kepada kami para muslimah cilik, ‚ÄúNanti kalo ketemu teteh pas dijalan harus berjilbab ya, kalo ga nanti ga bisa ikutan pesantren kilat taun depan lho!‚ÄĚ

Baca lebih lanjut

Ketika Hijab Menjadi Sebuah Pilihan

Assalamualaikum beautiful, nama saya Rizki Ariyanti, mahasiswi Perguruan Tinggi Negeri di Jakarta. Aku mau berbagi cerita pengalaman aku tentangmemakai hijab, semoga bisa menginspirasikan kalian juga ya.

Awal aku mengenakan hijab itu ketika baru masuk SMP pada tahun 2004. Baru beberapa bulan sekolah. Guru Matematika saya, Pak Sarwadi mengajak murid-muridnya untuk mengenakan jilbab di sekolah ketika pelajarannya. Tentu ada yang pro dan kontra bagi perempuan yang belum memakai hijab karena baru masuk sekolah harus beli lagi baju lengan panjang, rok panjang, dan kerudung.

Aku setuju-setuju saja dan berpikir sekalian belajar juga mengenakan hijab di sekolah. Setelah mengenakan hijab perasaan aku jadi nyaman sekali menutupi aurat dan adem melihat suasana sekolah negeri hampir sebagian besar memakai hijab. Walaupun orang melihat kesannya kuno ya cuek saja namanya hijab dulu belum stylish seperti sekarang. Tapi walaupun aku mengenakan hijab selama 3 tahun di SMP, hati saya belum terpanggil juga untuk terus istiqamah memakai hijab selain di sekolah. Baca lebih lanjut

Bismillah, Aku Memilih Berjilbab

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh…

Namaku Tri Widiastuti. Aku lahir di keluarga yang Alhamdulillah sangat mengutamakan pendidikan agama dikeluarganya. Dari kecil aku sudah di ajarkan tentang agama, walaupun belum mengenal kewajiban wanita muslim tentang menutup aurat. Di bangku SD aku sudah lancar membaca Al-quran, itu karena ayah dan ibu yang sangat memperhatikan masalah pendidikan anak-anaknya terutama pendidikan tentang agama.

Lulus dari bangku SD, kepikiran buat pake jilbab pas masuk SMP. Ngomonglah aku ke ibu tentang niatku buat pake jilbab. Ibu bilang jangan dulu, mungkin saat itu ibu tau kalo fikiran ABG masih labil, ibu juga bilang kalo udah memutuskan bejilbab itu gak boleh dilepas-lepas. Lama kelamaan niat buat bejilbab pun terlupakan. Lulus SMP, masuk SMA, pikiran pake jilbab benar-benar hilang. Keasyikan begaul. hahhahaaa‚Ķ. ūüėÜ Baca lebih lanjut

Hidayah yang Kucari

Assalamualaikum Cantik ūüôā

Aku Efrita, biasa dipanggil Riri. Aku mahasiswi semester 7 FIK UI.

Aku mau cerita pengalamanku pertama kali berhijab ya ūüôā

Sejak SMA kelas 2 aku memang sudah berpikir untuk berhijab. Tapi aku masih ragu soalnya aku masih ngerasa sholatku aja masih bolong-bolong. Kemudian pas aku di kelas 3 SMA, niatku itu kembali muncul tapi ‘angin-anginan’ (kadang mau kadang enggak). Aku masih berfikir kalo pake hijab itu pasti harus tahan panas. Akhirnya gak jadi lagi deh aku berhijab.

Sampai akhirnya aku benar-benar minta ke Allah agar aku lulus SMA dengan lancar dan bisa masuk UI. Setiap hari kulakukan sholat sunah Tahajjud dan Dhuha. Alhamdulillah hajatku pada Allah terkabul semua.. Aku lulus UAN dengan nilai memuaskan dan masuk UI. Kemudian kurang lebih seminggu kemudian aku berfikir dalam hati, ‘semua yang aku minta ke Allah, semuanya dikabulkan. Allah berikan semua dengan cuma-cuma sama aku. Terus masa aku gak mau sih kasih sesuatu untuk Allah..”. Aku kayak ngerasa gak tenang selama itu, walau semuanya udah kudapat. Baca lebih lanjut

Teringat Kultum Ayah

Assalammualaikum Wr Wb

Alhamdulillah, pengalaman saya dalam memulai memakai jilbab secara umum tidak begitu mengalami kesulitan, namun, dalam proses menuju berhijab tersebut, saya mengakui banyak pertimbangan-pertimbangan yang muncul dari dalam diri saya sendiri.

Saya lahir ditengah-tengah keluarga yang dekat dengan kehidupan suasana agamis dan seni. Lingkungan tempat tinggal kakek dan nenek saya dikenal dengan kampung pesantren, sehingga setiap hari, setiap waktu sering terdengar suara santri mengaji, bersalawat, memuji-muji asma Allah SWT dan kegiatan agama lainnya. Saat itu juga, keluarga saya yang perempuan belum semua memakai hijab. Rata-rata penduduk yang tinggal di daerah tersebut baru akan memakai jilbab apabila sudah menunaikan ibadah Haji. Baca lebih lanjut

Berhijab Gak Keren? No Way!

Berhijab. Kalo dalam bahasa sehari-hari biasa di artikan dengan memakai jilbab (menutup aurat) yang diperuntukkan bagi wanita muslim. Entah mengapa, namun semenjak kecil keinginan untuk berhijab sudah tertanam kuat dalam diriku. Aku sadar dan mengetahui bahwa berhijab itu wajib bagi wanita muslim (hikmah mendengar ceramah agama). Tapi karena lingkungan yang kurang mendukung dan tekad yang belum kuat, sampai Mei 2010, keinginan itu hanya sebatas keinginan (not realizable yet ).

Percaya atau tidak, sebelum aku berhijab seperti sekarang, aku tidak pernah nyaman memakai baju yang ketat, mini dan terbuka dimana-mana :malu: . Padahal aku yakin, aku pasti lebih cantik, menarik dan fashionable ketika aku memakai pakaian-pakaian itu (hihi pede). Tapi entahlah, ada perasaan tidak nyaman yang sulit untuk dijelaskan.

Pernah, suatu waktu aku berangkat ke sekolah untuk mengikuti ekstrakulikuler komputer memakai pakaian yang agak ketat (ini masih agak lho). Kalian tahu apa yang terjadi? sampe di sekolah, aku langsung pake sweater berlanjut sampai pulangnya. Hehe, berniat mau tampil beda tapi malah gak pede. Begitulah… Aku juga gak tau kenapa sebegitunya. Baca lebih lanjut