Category Archives: Hijab Stories

#HijabStories on Book!

Assalamu’alaikum Ukhti! 🙂

Sudah tahu kan tentang #HijabStories? Betul ukhti, #HijabStories adalah kumpulan cerita pengalaman berhijab dari saudari sesama Muslimah yang dimuat di blog Mari Berhijab ini.

Alhamdulillah, Insya Allah #HijabStories ini akan dibukukan.. Tenang ukhti, kalau cerita berhijab ukhti belum sempat dimuat di blog Mari Berhijab ukhti tetap bisa ikut menulis #HijabStories kok.. Untuk ukhti-ukhti yang sudah pernah dimuat/mengirimkan ceritanya ke blog Mari Berhijab pun tetap bisa ikut berpartisipasi..

Caranya? Nah.. silakan baca persayaratan di bawah ini ya ukhti..

HIJABSTORIES - PERSYARATAN

Jangan lupa baca juga ketentuan penulisan agar tidak salah, seperti yang dibawah ini…

HIJABSTORIES - KETENTUAN

Semua #HijabStories yang sudah dimuat dalam blog Mari Berhijab maupun #HijabStories yang baru dikirim selama waktu pengiriman ini, akan melalui tahap seleksi. Baik dari kelengkapan ketentuan penulisan, isi cerita, dan penyuntingan (editing).

Yuk ukhti, segera kirim #HijabStories ukhti semua via email ke mariberhijab@gmail.com dengan subject: HIJAB STORIES. Cerita ukhti kami tunggu hingga 20 JULI 2013. Jangan lupa, #HijabStories yang ukhti kirim harus sesuai dengan persyaratan & ketentuan penulisan ya..

Beritahu juga ke ibu, kakak/adik/saudara perempuan, teman, & Muslimah lainnya untuk ikut berpartisipasi. Mari berbagi kepada sesama Muslimah, saling menginspirasi & menguatkan untuk bersama-sama istiqomah berhijab! 🙂

Wassalamu’alaikum…

Mari Berhijab

Coming Soon: #HijabStories on Book

HIJABSTORIES - TEASER copy (2)

Tunggu info selanjutnya di twitter @mariberhijab ya ukhti…

Wassalamu’alaikum! 🙂

Perisai Seorang Muslimah

Bintari RahmanitaHijab. Satu kata yang mempunyai arti tatacara berpakaian yang pantas sesuai tuntunan agama Islam. Berhijab memang diwajibkan bagi seluruh muslimah di dunia. Kesejukan, kecantikan, dan keanggunan seorang muslimah akan tampak jelas ketika mengenakan hijab.

Begitupun dengan apa yang saya rasakan. Hijab membuat saya lebih merasakan arti dari seorang muslimah. Muslimah yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Hijab mengubah perlahan tatanan sikap dan santun saya. Ceria dan girly merupakan ciri khas dari hijab yang selama ini saya pakai. Smart, girly, dan beauty menjadi fashion andalan saya dalam berhijab. Namun, tetap syar’i dan trendy.

Tahun 2010 menjadi sebuah awal yang baru untuk saya mulai berani untuk tampil beda dari sebelumnya, yaitu mengenakan hijab.

Baca lebih lanjut

Perubahan

Nadya SaraswatiLahir dan besar sebagai seorang muslim merupakan karunia yang luar biasa dan tidak bisa diukur dengan apapun. Lebih bahagia lagi, saya sudah berpikir untuk menutup aurat pada usia 18 tahun dan 2 tahun yang lalu saya resmi berjilbab.

Saya tidak besar di lingkungan islami, di usia 4 tahun saya memiliki teman akrab seorang nasrani. Mama tidak pernah memasukan saya ke TPA atau pengajian. Mama mengenalkan islam kepada saya, mama mengajari membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, mengajari sholat 5 waktu, juga mengajarkan berpuasa tapi melarang saya berpuasa saat umur 5 tahun. Padahal teman-teman banyak yang menjalankan salah satu rukun islam itu.

Saya tumbuh besar menjadi gadis yang ‘angot-angotan‘ dalam beribadah. Kadang bisa sehari penuh lima waktu, kadang hanya maghrib saja, kadang hanya subuh saja, atau tidak sama sekali. Mama memang cukup ketat dan galak untuk urusan ibadah, tapi saat saya tidak dirumah dan mama tidak melihat, ibadah pun saya lalaikan. Takut kepada Allah menjadi nomor sekian. Seolah-olah ibadah hanya karena mama, bukan karena Allah. Dengan perilaku saya yang jauh dari baik itu, tidak pernah sekalipun saya berniat menggunakan jilbab, karena saat saya memakai pakaian yang tertutup, badan saya menolak. Hal Ini berlangsung hingga SMA.

Baca lebih lanjut

Aku Ingin Berhijab Total

Oktania SetyaningsihBismillahirrohmaanirrohiim..

Saya cuma ingin sharing awal mula saya memutuskan untk berhijab, saya seorang ibu dengan 1 orang anak. Meskipun seorang ibu saya masih bersemangat untuk menuntut ilmu, saya saat ini menuntut ilmu di Magister Manajemen (S2) di UNS.

Kenapa saya memutuskan untuk berhijab ?

Awal mulanya adalah kepindahan saya di kota Solo ini, kemudian saya menyekolahkan anak saya tersayang di sekolah islam ternama. Memang pergaulan disitu tidak seperti yang saya bayangkan, kalau sekolah islam pasti para orang tuanya pun etidaknya berwawasan Islam. Tapi ternyata, jauh sekali dari harapan saya…

Keinginan dalam hati kecil saya sangat kuat untuk berhijab, tapi selalu dan selalu dimentahkan lagi oleh nafsu dunia. Sampai suatu saat saya bertemu dengan seseorang dari masa lalu kelam saya, dan saya sangat syok melihatnya berhijab tertutup rapat dengan model hijab lebar seperti mukena.

Baca lebih lanjut

Kembali Berjilbab Setelah Mimpi

Ayu Rizki Yani UchaAssalamu’alaikum Wr. Wb.

Nama lngkap saya Ayu Rizki Yani Ucha, panggil aja Ucha. Saya tertarik membaca tentang #HijabStories di twitter @mariberhijab, membuat saya juga ingin menceritakan pengalaman saya.

Pertama kali saya memakai jilbab itu tahun 2007, tepat setelah saya menikah. Jilbab yang saya pakai waktu itu jilbab pendek (tidak syar’i). Saya menikah muda, alasan saya memilih menikah muda waktu itu karena saya tidak mau berpacaran dan yang saya tau waktu itu (ilmu yang terbatas) bahwa pacaran terlalu lama membuat dosa semakin menumpuk. Alasan saya waktu itu pakai jilbab, saya tidak tahu sama sekali kalau itu kewajiban. Alasan saya semata-mata karena suami yang memerintahkan.

Baca lebih lanjut

Underground Tetap Welcome dengan Berhijab

1aKulangkahkan kaki ini menuju lantai basah penuh gemercik air di 3/4 malam kala itu, merangsang aura dingin yang menyentuh dari telapak kaki hingga pundak. Ku ambil air yang mengalir memenuhi kedua telapak tangan yang mungkin tak lepas dari dosa, kubasuhkan air suci pada wajah yang membuat ku benar-benar tersadar akan berhadapan dengan yang maha kuasa di shalat tahajud.

Suasana berbeda dari sebelumnya, ketika ku harus mengenakan hijab setiap hari, dari bangun tidur hingga tidur kembali. Mengenal toleransi dan kebersamaaan. Paling pentingnya menjadi sangat bersyukur dengan apa yang aku punya saat itu, jiwaku lebih religius, pastinya karena hari-hariku dipenuhi dengan kegiatan sholat, dzikir, membaca Al-Quran, sehingga kebiasaan itu terbawa sesudah ku selesaikan pesantren kilat.

Baca lebih lanjut

Kisah Berhijab Saya di Jerman

Rizka Rahmayani

Perkenalkan nama saya Rizka Rahmayani, bisa panggil saya Icha atau Rizka. Saya berumur 20 tahun. Alhamdulillah saat ini diberi kesempatan oleh Allah melanjutkan studi S1 di Martin Luther Universität, Halle, Jerman.

Awal Mula Berjilbab

Saya diperkenalkan jilbab oleh mama sejak saya TK di Banda Aceh. Ketika berumur 10 tahun dan harus pindah sekolah ke Jambi, saya masuk di SD yang tidak mewajibkan siswinya memakai jilbab.

Di Jambi saya bertemu dengan guru agama Islam, beliau menyapa saya dan bertanya, “kamu siswi yang pindahan dari aceh ya? ” iya bu.. “kok gak pake jilbab?” *jleb*. Keesokan harinya saya memutuskan untuk tetap berjilbab di SD negeri tersebut sampai sekarang.

Berjilbab di Negeri Orang

Ketika saya berada di bumi Allah yang lain, yaitu Jerman. Hidup jauh dari orang tua membuat saya sadar Allah-lah satu-satunya penolong saya. Allah-lah yang mengatur skenario hidup saya. Dan Jerman telah mengajari saya banyak hal terutama prinsip hidup.

Baca lebih lanjut

Tetap berhijab meski di negara mayoritas bukan muslim

Nazura GulfiraBeberapa waktu lalu saya sempat bertemu dengan dua teman lama. Pertemuan saya yang pertama ditemani dengan salah seorang sahabat lama yang bisa dikatakan belum lama menggunakan hijab. Dari berbagai obrolan kami, akhirnya ia melontarkan satu pertanyaan. “Zu, lo sampe sekarang masih ada kepikiran buat buka jilbab engga?”. Saat itu saya cuma tersenyum sebelum memberikan jawaban.

Hampir sebulan setelahnya, saya bertemu dengan salah satu sahabat saya yang saya kenal dari waktu dan tempat yang berbeda dari sahabat saya yang sebelumnya. Dari berbagai topik obrolan yang kami bicarakan, ada satu pertanyaan yang ia berikan. “Zu, lo nanti kalo udah di Inggris bakalan buka jilbab engga?” Dan kali ini saya bukan hanya tersenyum… tetapi tertawa.

Sangat mudah sebenarnya menjawab pertanyaan yang sudah familiar di telinga saya, yang sudah dilontarkan dari berbagai mulut yang berbeda. Sulit adalah ketika harus meyakinkan orang lain tentang sesuatu hal yang saya sendiri aja baru bisa meyakini diri saya setelah beberapa tahun menjalaninya.

Baca lebih lanjut

Ketika Hijab Menjadi Keindahanku

“Hari gini gak pake jilbab???”

Celetukan yang pernah aku dengar sekali dari mulut temanku. Alih-alih mengiyakan, aku malah terheran-heran. Memangnya kenapa kalau memang masih ada orang yang belum memakai jilbab. Toh, memakai jilbab itu bukan suatu trend, melainkan panggilan hati.

Aku sendiri mulai memakai jilbab sejak tahun 2005. Dimana waktu itu aku masih menjadi seorang waitress di salah satu resto jepang. Aku ingat betul alasan pertama kali memutuskan untuk memakai jilbab.

Saat itu dalam rangka Idul Fitri dan aku pergi bersilaturahmi dengan mengenakan jilbab seharian kemana-mana. Hari kedua perayaan Idul Fitri, aku sempat berpikir, “Kemarin, seharian aku mengenakan jilbab. Kalau hari ini aku keluar rumah dengan kepala pelontos maka malulah aku karena hanya menggunakan jilbab di saat-saat tertentu saja.” Akhirnya aku memutuskan memakai jilbab di hari-hariku kemudian.

Baca lebih lanjut

Hijab, I’m in Love!

Bulan ramadhan tahun 2003, adzan maghrib berkumandang di langit Cilacap. Saatnya melepas dahaga setelah kurang lebih 14 jam menjalani kewajiban perpuasa. Ahh sejuk sekali berbuka puasa ditengah keluarga sederhana namun penuh warna ini.

Usai berbuka dan shalat maghrib berjamaah, aku langsung sigap bersiap-siap menuju masjid untuk melaksanakan shalat tarawih. Biasa, jiwa-jiwa semangat masih membungkus di darah gadis mungil berusia 11 tahun ini (penulis).

Layaknya anak-anak SD, tak pernah diliburkan oleh PR (Pekerjaan Rumah). PR pada bulan ramadhan kali ini adalah merangkum hasil kajian pada kuliah subuh dan khutbah tarawih selama bulan ramadhan. Aku mendatangi papan pengumuman di masjid untuk melihat siapa yang hari ini akan mengisi khutbah tarawih dan tema apa yang akan dibahas.

Baca lebih lanjut

Paksaan yang berbuah manis

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh..

Nama saya  Anggie Haryani, 21 tahun, seorang mahasiswi yang insyaAllah segera lulus. Amiin.

Ingin sedikit berbagi cerita tentang hijab saya..

Alhamdulillah ini tahun ke 6 saya memakai hijab. Meski ngga inget tanggal pertama kali pakai hijab, tapi  yang saya ingat pertama kali saya memakai hijab saat masuk SMA. Awalnya, saya dipaksa oleh kedua orang tua. Alasan orang tua saya menyuruh memakai hijab karena memang bagi seorang wajib hukumnya untuk memakai hijab sesuai dengan perintah Allah SWT.

Sikap menolak sempat saya tunjukkan kepada mereka, apalagi setelah melihat seragam sekolah saya yang tiba-tiba jadi panjang semua. Bayangan saya melihat seragam-seragam itu adalah rasa gerah, panas, campur aduk deh. Hari pertama masuk sekolah saya jalanin dengan perasaan setengah tidak nyaman (maklum, baru pertama kali sekolah pakai hijab. hehe).

Baca lebih lanjut

Hijab membuatku mudah bergaul

Assalamu’alaikum hijabers…

Saya Adek Kharisma Rezal Fajrin, bisa dipanggil Adek. Saya seorang pelajar SMK di kota Malang, yang sekarang sedang menjalani Praktek Kerja Industri (Prakerin) atau magang di Sleman, Yogyakarta.

Saya juga pengen ikutan berbagi cerita nih, buat ukhti sekalian, tentang gimana awal mulanya saya memutuskan untuk berhijab, gimana nyamannya saat berhijab, dan apa saja yang saya alami setelah berhijab. So check this out, ukhti..

Awal saya memutuskan untuk istiqomah memakai hijab adalah saat awal saya duduk di bangku SMK. Sebelumnya saya sudah memakai hijab saat masih SD, tapi itu dulu. Saat SMP saya melepas hijab dengan alasan saya belum siap karna tingkah saya yang tidak bisa diam, bahkan bisa dibilang hyperactive.

Baca lebih lanjut

Perjalanan Panjang Untuk Berhijab

Assalamu’alaikum Wr. Wb. ukhti..

Nama saya Sarah Audia Hasna. Saya mendapatkan info tentang Mari Berhijab dari teman saya, waktu baca cerita pengalaman memakai hijab, saya menjadi tergerak untuk sharing juga.

Saya memutuskan untuk benar-benar memakai jilbab pada 9 Mei 2011, panjang sekali perjalanan saya sampai akhirnya memantapkan hati memakai jilbab..

Saya dilahirkan sebagai WNI keturunan arab, ayah saya arab jawa, mama saya arab betawi. Dari kecil saya dididik untuk memiliki fondasi agama Islam yang kuat. Sejak kecil saya sudah diajari mengaji di TPA, sholat 5 waktu, namun tidak diharuskan untuk berjilbab. Ibu dan tante-tante saya tidak ada yang memakai jilbab walaupun kami keturunan arab, tapi keluarga ibu saya sangat modern.

Baca lebih lanjut

11 Years With You

Tanggal 9 September 2011 kemarin, tepat sudah 11 tahun ku bersamamu. Berbagi suka dan duka. Melewati segala tangis dan bahagia. Banyak tempat telah kita kunjungi, juga banyak kejadian telah kita lewati. Terkadang aku merasa asing dan sendiri tetapi kau selalu melindungi dan menguatkan. Terlalu berat bila ku jauh darimu. Terlalu sulit melakukan banyak hal tanpamu.

Pernah ada yang bertanya, berapa lama aku bersamamu dan mereka terkejut dengan jawabanku. “Selama itu, tidak bosan? tidak ada masalah?“ tanya mereka. Lalu ku ceritakan kisah kita ketika aku masih sekolah menengah.

Aku suka sebal dengan kehadiranmu. Dengan adanya kamu, aku tidak bisa bebas berekspresi. Gaya ku terasa dibatasi. Semua serba ribet dan memusingkan. Aku merasa menjadi orang dengan gaya paling buruk, tidak gaul dan super kuper.

Ah, maafkan aku. Apa daya, itulah pikiranku dulu. Saat itu ingin rasanya aku meninggalkanmu. Untungnya aku berada dalam lingkungan yang mendukungku untuk selalu bersamamu. Hingga pada akhirnya aku dapat bertahan.

Baca lebih lanjut