Perisai Seorang Muslimah

Bintari RahmanitaHijab. Satu kata yang mempunyai arti tatacara berpakaian yang pantas sesuai tuntunan agama Islam. Berhijab memang diwajibkan bagi seluruh muslimah di dunia. Kesejukan, kecantikan, dan keanggunan seorang muslimah akan tampak jelas ketika mengenakan hijab.

Begitupun dengan apa yang saya rasakan. Hijab membuat saya lebih merasakan arti dari seorang muslimah. Muslimah yang sesuai dengan ajaran agama Islam.

Hijab mengubah perlahan tatanan sikap dan santun saya. Ceria dan girly merupakan ciri khas dari hijab yang selama ini saya pakai. Smart, girly, dan beauty menjadi fashion andalan saya dalam berhijab. Namun, tetap syar’i dan trendy.

Tahun 2010 menjadi sebuah awal yang baru untuk saya mulai berani untuk tampil beda dari sebelumnya, yaitu mengenakan hijab.

Lanjut membaca

Perubahan

Nadya SaraswatiLahir dan besar sebagai seorang muslim merupakan karunia yang luar biasa dan tidak bisa diukur dengan apapun. Lebih bahagia lagi, saya sudah berpikir untuk menutup aurat pada usia 18 tahun dan 2 tahun yang lalu saya resmi berjilbab.

Saya tidak besar di lingkungan islami, di usia 4 tahun saya memiliki teman akrab seorang nasrani. Mama tidak pernah memasukan saya ke TPA atau pengajian. Mama mengenalkan islam kepada saya, mama mengajari membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an, mengajari sholat 5 waktu, juga mengajarkan berpuasa tapi melarang saya berpuasa saat umur 5 tahun. Padahal teman-teman banyak yang menjalankan salah satu rukun islam itu.

Saya tumbuh besar menjadi gadis yang ‘angot-angotan‘ dalam beribadah. Kadang bisa sehari penuh lima waktu, kadang hanya maghrib saja, kadang hanya subuh saja, atau tidak sama sekali. Mama memang cukup ketat dan galak untuk urusan ibadah, tapi saat saya tidak dirumah dan mama tidak melihat, ibadah pun saya lalaikan. Takut kepada Allah menjadi nomor sekian. Seolah-olah ibadah hanya karena mama, bukan karena Allah. Dengan perilaku saya yang jauh dari baik itu, tidak pernah sekalipun saya berniat menggunakan jilbab, karena saat saya memakai pakaian yang tertutup, badan saya menolak. Hal Ini berlangsung hingga SMA.

Lanjut membaca

Aku Ingin Berhijab Total

Oktania SetyaningsihBismillahirrohmaanirrohiim..

Saya cuma ingin sharing awal mula saya memutuskan untk berhijab, saya seorang ibu dengan 1 orang anak. Meskipun seorang ibu saya masih bersemangat untuk menuntut ilmu, saya saat ini menuntut ilmu di Magister Manajemen (S2) di UNS.

Kenapa saya memutuskan untuk berhijab ?

Awal mulanya adalah kepindahan saya di kota Solo ini, kemudian saya menyekolahkan anak saya tersayang di sekolah islam ternama. Memang pergaulan disitu tidak seperti yang saya bayangkan, kalau sekolah islam pasti para orang tuanya pun etidaknya berwawasan Islam. Tapi ternyata, jauh sekali dari harapan saya…

Keinginan dalam hati kecil saya sangat kuat untuk berhijab, tapi selalu dan selalu dimentahkan lagi oleh nafsu dunia. Sampai suatu saat saya bertemu dengan seseorang dari masa lalu kelam saya, dan saya sangat syok melihatnya berhijab tertutup rapat dengan model hijab lebar seperti mukena.

Lanjut membaca

Kembali Berjilbab Setelah Mimpi

Ayu Rizki Yani UchaAssalamu’alaikum Wr. Wb.

Nama lngkap saya Ayu Rizki Yani Ucha, panggil aja Ucha. Saya tertarik membaca tentang #HijabStories di twitter @mariberhijab, membuat saya juga ingin menceritakan pengalaman saya.

Pertama kali saya memakai jilbab itu tahun 2007, tepat setelah saya menikah. Jilbab yang saya pakai waktu itu jilbab pendek (tidak syar’i). Saya menikah muda, alasan saya memilih menikah muda waktu itu karena saya tidak mau berpacaran dan yang saya tau waktu itu (ilmu yang terbatas) bahwa pacaran terlalu lama membuat dosa semakin menumpuk. Alasan saya waktu itu pakai jilbab, saya tidak tahu sama sekali kalau itu kewajiban. Alasan saya semata-mata karena suami yang memerintahkan.

Lanjut membaca

Event Report: Mari Berhijab Inspiring Beauty Class with Wardah

Hijabclass MB fixed

Assalamu’alaikum Ukhti…

Tanggal 10 Maret 2013 yang lalu, Alhamdulillah Mari Berhijab telah melaksanakan “Mari Berhijab Inspiring Beauty Class with Wardah”. Ini merupakan acara kedua yang diadakan oleh kami.

Setiap peserta acara “Mari Berhijab Inspiring Beauty Class with Wardah” mendapatkan goodie bag dari Wardah, inner ninja dari Kara, shawl dari Zirra, dan snack. Tidak hanya itu, dari biaya registrasi acara juga termasuk untuk donasi program charity Mari Berhijab “Take Action”.

DSC_8776

Acara “Mari Berhijab Inspiring Beauty Class with Wardah” ini dimulai sekitar jam 13.00, bertempat di kantor Wardah (Jl. Swadharma Raya, Kampung Baru III No. 60, Jakarta Barat). Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC dari tim Mari Berhijab (Peni), dilanjutkan dengan sambutan dari Ola Aswandi (founder Mari Berhijab) dan Uci (ketua pelaksana acara).

Lanjut membaca

Mari Berhijab Inspiring Beauty Class with Wardah

Hijabclass MB fixed

Assalamu’alaikum Ukhti…

Ikutan yuk acara “Mari Berhijab Inspiring Beauty Class with Wardah”

Insya Allah akan diadakan tanggal 10 MARET 2013, mulai jam 13.00-17.00 WIB bertempat di kantor Wardah (Jl. Swadharma Raya, Kampung Baru III No.60, Jakarta)

Denah

 Akan ada beauty class dari Wardah dan hijab class oleh Puput Utami

Selain itu bisa tetap silaturahim dengan sesama Muslimah dan tentunya ikut berdonasi untuk program #TakeAction melalui HTM acara ini

Segera daftar dengan mengirimkan email ke mariberhijab@gmail.com

Subject: Pendaftaran Beauty Class | Format email: Nama, Email, no. HP

Mari Berhijab dalam ‘Leisure’ Republika – 2

2

Leisure Republika

(Selasa, 12 Februari 2013)

Mari Berhijab dalam ‘Leisure’ Republika

Leisure Republika (5 Februari 2013)

Leisure Republika (5 Februari 2013) (2)

Leisure Republika

(Selasa, 5 Februari 2013)

Mari Berhijab dalam ‘Dialog Jumat’ Republika

mb republika

Dialog Jumat Republika

(Jumat, 25 Januari 2013)

Event Report: Grand Launching & Silaturahim Mari Berhijab

Assalamu’alaikum Ukhti…

Tanggal 20 Januari 2013 kemarin, Alhamdulillah Mari Berhijab telah melaksanakan “Grand Launching & Silaturahim Mari Berhijab”. Ini merupakan event pertama yang diadakan oleh kami. Subhanallah, walaupun beberapa hari sebelumnya Jakarta sedang musim hujan dan di beberapa daerah ada yang mengalami musibah banjir, namun saat pelaksanaan acara cuaca sangat cerah!

Alhamdulillah, setelah resmi dipublikasikan, banyak Muslimah yang tertarik untuk mendaftar sebagai peserta acara ini. Selain itu juga begitu banyak dukungan dari sponsor dan media partner yang berkenan untuk bekerjasama dengan kami.

Saat pelaksanaan acara, “Grand Launching & Silaturahim Mari Berhijab” dihadiri oleh 77 orang peserta dan 17 orang tamu dari sponsor maupun media partner. Setiap peserta dan tamu yang hadir mendapatkan goodie bag dari sponsor, snack, pin dan stiker Mari Berhijab. Tidak hanya itu, 50% dari biaya registrasi adalah untuk donasi program charity Mari Berhijab “Take Action”.

Lanjut membaca

Underground Tetap Welcome dengan Berhijab

1aKulangkahkan kaki ini menuju lantai basah penuh gemercik air di 3/4 malam kala itu, merangsang aura dingin yang menyentuh dari telapak kaki hingga pundak. Ku ambil air yang mengalir memenuhi kedua telapak tangan yang mungkin tak lepas dari dosa, kubasuhkan air suci pada wajah yang membuat ku benar-benar tersadar akan berhadapan dengan yang maha kuasa di shalat tahajud.

Suasana berbeda dari sebelumnya, ketika ku harus mengenakan hijab setiap hari, dari bangun tidur hingga tidur kembali. Mengenal toleransi dan kebersamaaan. Paling pentingnya menjadi sangat bersyukur dengan apa yang aku punya saat itu, jiwaku lebih religius, pastinya karena hari-hariku dipenuhi dengan kegiatan sholat, dzikir, membaca Al-Quran, sehingga kebiasaan itu terbawa sesudah ku selesaikan pesantren kilat.

Lanjut membaca

Kisah Berhijab Saya di Jerman

Rizka Rahmayani

Perkenalkan nama saya Rizka Rahmayani, bisa panggil saya Icha atau Rizka. Saya berumur 20 tahun. Alhamdulillah saat ini diberi kesempatan oleh Allah melanjutkan studi S1 di Martin Luther Universität, Halle, Jerman.

Awal Mula Berjilbab

Saya diperkenalkan jilbab oleh mama sejak saya TK di Banda Aceh. Ketika berumur 10 tahun dan harus pindah sekolah ke Jambi, saya masuk di SD yang tidak mewajibkan siswinya memakai jilbab.

Di Jambi saya bertemu dengan guru agama Islam, beliau menyapa saya dan bertanya, “kamu siswi yang pindahan dari aceh ya? ” iya bu.. “kok gak pake jilbab?” *jleb*. Keesokan harinya saya memutuskan untuk tetap berjilbab di SD negeri tersebut sampai sekarang.

Berjilbab di Negeri Orang

Ketika saya berada di bumi Allah yang lain, yaitu Jerman. Hidup jauh dari orang tua membuat saya sadar Allah-lah satu-satunya penolong saya. Allah-lah yang mengatur skenario hidup saya. Dan Jerman telah mengajari saya banyak hal terutama prinsip hidup.

Lanjut membaca

Tetap berhijab meski di negara mayoritas bukan muslim

Nazura GulfiraBeberapa waktu lalu saya sempat bertemu dengan dua teman lama. Pertemuan saya yang pertama ditemani dengan salah seorang sahabat lama yang bisa dikatakan belum lama menggunakan hijab. Dari berbagai obrolan kami, akhirnya ia melontarkan satu pertanyaan. “Zu, lo sampe sekarang masih ada kepikiran buat buka jilbab engga?”. Saat itu saya cuma tersenyum sebelum memberikan jawaban.

Hampir sebulan setelahnya, saya bertemu dengan salah satu sahabat saya yang saya kenal dari waktu dan tempat yang berbeda dari sahabat saya yang sebelumnya. Dari berbagai topik obrolan yang kami bicarakan, ada satu pertanyaan yang ia berikan. “Zu, lo nanti kalo udah di Inggris bakalan buka jilbab engga?” Dan kali ini saya bukan hanya tersenyum… tetapi tertawa.

Sangat mudah sebenarnya menjawab pertanyaan yang sudah familiar di telinga saya, yang sudah dilontarkan dari berbagai mulut yang berbeda. Sulit adalah ketika harus meyakinkan orang lain tentang sesuatu hal yang saya sendiri aja baru bisa meyakini diri saya setelah beberapa tahun menjalaninya.

Lanjut membaca

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 12.894 pengikut lainnya.